Makna sejati kelahiran Yesus, bukan hal remeh

makna sejati kelahiran Yesus

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa kata “ Natal “ berasal dari bahasa Latin yang berarti “ lahir. “ Setiap kali orang Kristen menyinggung mengenai Natal, itu ditujukan kepada hari di mana Yesus lahir. Jadi Natal di pandangan orang Kristen berarti kelahiran Yesus. Dalam kitab Lukas, kita bisa melihat situasi apakah yang terjadi ketika Yesus lahir ke dunia :

“ Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorag yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. “ ( Lukas 2 : 10-14 )

Para malaikat bersorak-sorai bergembira karena kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus ke dunia adalah bagi keselamatan manusia, sehingga menghasilkan pujian kepada Allah dari para malaikat. Menurut ayat 14, kelahiran Yesus ke dunia membawa kemuliaan bagi Allah di surga dan membawa damai sejahtera bagi manusia di bumi. Para Malaikat penuh dengan sorak-sorai adalah karena Juruselamat telah lahir ke dunia. Karena dosa, maka di atas bumi tidak ada damai sejahtera, yang ada hanya kekacauan. Tetapi satu hari, Yesus lahir ke dunia, membawa damai sejahtera, menjadi pengharapan orang berdosa, menjadi keselamatan bagi semua bangsa.

Kelahiran-Nya membawakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Seeprti di salah satu lagu rohani yang berkata : “ Dengar, malaikat memuji, Jurus’lamat telah lahir! Mulia bagi Allah, sejahtera di bumi. Bangkitlah hai semua bangsa! Ikutlah pujian surga! Semua memproklamirkan, Dia lahir di Betlehem. “

Sejumlah besar bala tentara sorga bersorak-sorai memuji Allah karena “ Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan. “ Para malaikat bersorak-sorai bukan ditujukan pada “ harinya “, tetapi pada Persona Yesus yang lahir. Karena Yesus lahir ke dunia, maka timbullah sorak-sorai di surga; kalau tidak lahir ke dunia, maka tidak ada sorak-sorai dari para malaikat. Sebagai orang Kristen kita sangat mengucap syukur atas kelahiran Yesus ke dunia. Tanpa kelahiran Yesus, tidak akan ada penebusan, tanpa kelahiran Yesus, tidak akan ada keselamatan bagi manusia; Tanpa Yesus pernah lahir ke dunia, maka manusia masi terbelenggu oleh dosa; tanpa Yesus lahir ke dunia, tidak akan ada penebusan di atas salib. Itulah sebabnya Dia perlu lahir ke dunia sebagai seorang manusia. Tetapi kelahiran Yesus ke dunia hanyalah satu proses yang perlu Dia lewati. Kelahiran-Nya bukanlah tujuan. Kelahiran Yesus ke dunia adalah suatu proses untuk mencapai tujuan Allah yang sebenarnya di atas diri manusia.

makna natal sejati

Kelahiran Yesus adalah suatu proses untuk mencapai tujuan Allah yang hilang di atas diri manusia, sehingga Allah melalui kelahiran Yesus bisa mendapatkan manusia kembali demi tujuan-Nya yang semula.

Makna Sejati Kelahiran Yesus

Kelahiran Yesus ke dunia baru bisa bermakna bagi kita kalau kita memiliki dua tahap. Tanpa dua tahapan ini, kelahiran Yesus hanya sampai kepada sebuah event untuk dirayakan setiap tahun di bulan Desember di hari tertentu dan tanggal tertentu. Apakah dua tahapan itu?

Yesus lahir di hati kita

Kelahiran Yesus bukan hanya untuk mati di salib bagi kita agar kita dapat diselamatkan dari neraka. Lebih-lebih setelah Dia lahir dan wafat, Dia bangkit menjadi Roh pemberi-hayat ( 1 Kor. 15 : 45 ). Dengan sebuah tujuan untuk masuk ke dalam kita. Melalui kelahiran-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya, Dia masuk, dilahirkan di dalam kita. Seorang penulis kidung rohani pernah berkata, “ Kristus laksaan kali, lahir di Betlehem, kalau belum di hati, karunia belum jadi. “

Perkataan ini sangat baik. Jika Kristus belum pernah lahir di hati kita, lahir di dalam kita, maka kelahiran-Nya 2000 tahun yang lalu di Betlehem hanya menjadi sebuah cerita, sebuah sejarah. Apa yang disebut dengna natal bukan hanya berarti kelahiran Yesus ke dunia ini, tapi lebih dari itu. Natal yang sejati; kelahiran Yesus yang penuh makna adalah lahirnya dia Sang Juruselamat di hati kita.

Yesus bertumbuh di hati kita

Kelahiran Yesus di hati kita memang sangat baik. Tapi itu masih belum cukup, karena setelah Yesus lahir di hati kita, Dia perlu bertumbuh di hati kita. Apa yang dimaksud bertumbuh di hati kita? Hati terdiri dari pikiran, tekad, emosi dan hati nurani kita. Yesus bertumbuh di hati kita berarti Dia betumbuh, memiliki kedudukan, menguasai pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani kita. Dalam Efesus 3 : 17a, Paulus berkata, “ Kristus tinggal di dalam hatimu . . . “ Kata tinggal dalam ayat itu juga berarti “ berumah. “ Melalui kelahiran kembali, Kristus masuk ke dalam kita. Setelah ini, kita masih harus belajar mengizinkan Dia menyebar ke dalam setiap bagian hati kita, yaitu pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani kita. Karena hati kita adalah totalitas seluruh bagian dalam kita dan pusat manusia batiniah kita, maka ketika Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kita, Dia mengendalikan seluruh batin kita; mengendalikan seluruh pikiran kita, emosi kita, tekad kita, dan hati nurani kita.

Yesus bukan hanya ingin lahir di hati kita, tapi lebih-lebih Dia ingin meraja, menduduki hati kita sepenuhnya. Hari ini, banyak orang Kristen setiap tahun di bulan Desember merayakan perayaan Natal. Mereka hanya berfokus pada sebuah hari tertentu, tetapi setelah selesai hari itu, kehidupan mereka masih seperti dulu – kondisi pikiran, emosi, tekad, hati nurani mereka sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kebanyakan orang Kristen hanya menganggap bahwa Yesus adalah objek penyembahan tahunan, belum pernah memberi tempat di hati mereka; tidak membiarkan Yesus meraja, bertumbuh, berumah di hati mereka. Pertama, Kristus lahir ke dalam kita pada saat kita bertobat dan percaya kepada-Nya, lalu dia tinggal di dalam kita dalam kehidupan kristiani kita, dan akhirnya, Dia akan terbentuk, berumah bertumbuh dalam hati kita. Kristus perlu terbentuk, berumah, bertumbuh di dalam hati kita agar kita dapat menjadi dewasa, dan ahli-ahli waris untuk mewarisi berkat janji Allah, dan supaya kita dapat dewasa dalam keputraan ilahi.

Allah memberikan Kristus kepada kaum imani, itu adalah langkah pertama; Allah masih akan melakukan pekerjaan yang lebih dalam, yaitu agar Kristus terbentuk, berumah, bertumbuh di dalam hati kita. Kalau Yesus bertumuh di dalam hati kita, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Hari ini, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, bagaimana dengan pikiran kita? Apakah kita masih suka berpikiran yang tidak benar, jahat, dan negatif tentang orang lain atau suatu perkara? Bagaimana dengan emosi kita? Apakah kita mengasihi sesuatu yang tidak seharusnya kita kasihi? Apakah kita membenci sesuatu yang tidak seharusnya kita benci? Bagaimana dengan tekad kita? Apakah tekad kita takluk kepada Tuhan? Bagaimana dengan hati nurani kita? Apakah kita suka menyembunyikan dosa-dosa atau kesalahan kita dihadapan Tuhan? Tidak mau mengakuinya?

Kalau hati kita yakni pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani kita masih sering tidak benar, itu menunjukkan bahwa Yesus belum bertumbuh, belum terbentuk, belum berumah di dalam hati kita. Natal yang sejati adalah ketika Yesus lahir di dalam hati kita, dan bertumbuh di dalam hati kita. Makna natal, tidak dilihat dari dekorasi-dekorasi gedung yang menarik, tari-tarian yang megah dan indah, lebih-lebih bukan sebuah acara tahunan di bulan Desember, melainkan masalah kehidupan kita, yaitu Yesus lahir di dalam hati kita, dan Yesus bertumbuh, berumah, terbentuk di dalam hati kita.

Di dalam diri-Nya sendiri, Tuhan Yesus Kristus tidak perlu bertumbuh, Dia secara keseluruhan lengkap dan sempurna. Tetapi di dalam kita, Dia perlu bertumbuh. Kristus ada di dalam kita bukan hanya agar kita beroleh mengalami-Nya sebagai hidup kita, sebagai persona yang hidup bagi kita, lebih-lebih agar kita boleh mengalami Dia sebagai segala sesuatu ktia, dengan demikian memungkinkan Dia bertumbh dan terbentuk di dalam hati kita sehingga Dia bisa mencapai kematangan di dalam kita; Dia di dalam hati kita bertumbuh sampai taraf dewasa penuh ( Kol. 1 :28 )

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.