Melayani Tuhan ( Pelajaran Hayat part 23 )

melayani Tuhan

Melayani Tuhan erat hubungannya dengan memberitakan Injil. Setelah seseorang beroleh selamat, ia harus memberitakan Injil dan melayani Tuhan. Semakin banyak menerima kasih karunia dan pimpinan Tuhan, orang Kristen makin senang melayani Tuhan.

Motivasi Melayani Tuhan

“ Aku cinta kepada tuanku . . . aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka “ ( Keluaran 21 : 5 )

Seseorang yang telah beroleh selamat ingin melayani Tuhan, itu bukan karena anjuran atau paksaan orang lain, melainkan karena motivasi batiniah. Motivasi ini merupakan kasihnya kepada Tuhan, yang mendorong dan mendesaknya melayani Tuhan. Ayat di atas membicarakan seorang hamba dalam Perjanjian Lama, yang karena kasihnya kepada tuannya, tidak mau keluar sebagai orang merdeka pada hari pembebasannya. Dia lebih senang menjadi budak tuannya yang terkasih. Ini melambangkan kaum beriman Perjanjian Baru yang harus demiian mengasihi Tuhan dan melayani Tuhan.

“ Aku menasihatkan kamu . . . supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup . . .  itulah ibadahmu yang sejati “ ( Roma 12 : 1 )

Di sini Rasul Paulus menganjuri kita untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup untuk melayani Allah. Dia menganjuri kita dalam kemurahan Allah, membuktikan bahwa kemurahan Allah yang bersumber dari kasih Allah harus menjadi motivasi kita melayani Allah, yang menggerakkan kita untuk mengasihi Allah dan melayani Allah.

Makna Melayani Tuhan

Menjadi budak Tuhan – “Orang merdeka yang dipanggil Kristus, adalah budak-Nya “ ( 1 Kor. 7 :22 Tl. )

Melayani Tuhan berarti menjadi budak Tuhan Yesus. Dalam ayat ini, budak mengacu kepada orang yang telah dijual dan kehilangan kebebasannya. Status ini menyatakan makna melayani Tuhan. Melayani Tuhan bukanlah melakukan sesuatu pekerjaan besar, melainkan menjadi budak Kristus untuk melayani Tuhan. Karena itu dalam Roma 12:1, kata kerja yang dipakai untuk menggambarkan orang yang melayani Tuhan adalah bentuk kata kerja sederhana dari budak; dan seharusnya diterjemahkan “ melayani sebagai seorang budak “.

roma 12 11

Menjadi Imam Allah – “ Ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa . . . “ ( Kis. 13 : 2 )

Dalam bahasa aslinya, “ beribadah “ di sini mengacu kepada “ melayani sebagai imam “, serupa dengan kata “ melayani “ ( melakukan pelayanan ) sebagai seorang Imam dalam Ibrani 10:11. Melayani Allah sebagai imam berarti di hadapan Allah menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan kepada Allah. Hal ini menuntut kita senantiasa dekat dengan Allah dan berdiri di hadapan-Nya.

Menjadi anggota Tubuh Kristus – “ Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada Tubuh [Kristus], seperti yang dikehendaki-Nya “ ( 1 Kor. 12 : 18 )

Seluruh orang beriman ditempatkan Allah dalam Tubuh Kristus, dan setiap anggota memiliki fungsinya masing-masing. Ketika kita menunaikan tugas kita melayani di dalam Tubuh Kristus menurut fungsi kita, itu berarti kita melayani Tuhan.

Memberitakan Injil – “ Allah, yang kulayani, . . . dalam pemberitaan Injil Anak-Nya “ ( Roma 1 : 9 )

Memberitakan Injil juga berarti melayani Allah, maksudnya, kita membawa orang dosa ke hadapan Allah sama seperti imam mempersembahkan kurban kepada Allah. Jadi, Roma 15:16 mengatakan memberitakan Injil sedemikian adalah melayani “ sebagai imam Injil Allah “. Pelayanan yang demikian sangat berharga, dan merampungkan ekonomi kekal Allah.

Memperhatikan kaum saleh – “ Hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah “ ( 1 Tes. 5 : 14 )

“ Turutlah menanggung kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberi tumpangan! “ ( Roma 12 : 13 )

Kata-kata di atas memperlihatkan kepada kita bahwa kita harus memperhatikan kaum saleh yang tawar hati, lemah, sakit, kekurangan, dan lain-lain. Ini pun adalah salah satu jenis pelayanan kita terhadap Tuhan.

Melayani gereja :

Sebagai Penatua – “ Para penatua di antara kamu . . . gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu . . . sesuai dengan kehendak Allah “ ( 1 Ptr. 5 : 1-2 )

Menggembalakan dan memelihara domba Allah, yaitu kaum saleh dalam gereja, adalah melayani gereja dan sangat berharga. Ini juga melayani Tuhan.

Sebagai diaken – kata “ diaken “ adalah bentuk kata benda dari kata kerja “ melayani “. Karena itu, diaken adalah orang yang melayani, mengurus gereja, dan melayani kaum saleh. Pelayanan ini bersifat umum, juga termasuk melayani Tuhan.

Mengerjakan urusan-urusan umum – Di samping tugas penatua dan diaken, masih banyak urusan umum dalam gereja, seperti antar jemput tamu, membersihkan dan mengatur tempat sidang, penyambut sidang, membeli, mengerjakan administrasi, pembukuan, melayani dalam kantor gereja ( piket ), dan lain-lain. Semuanya memerlukan orang yang melayani. Ini pun adalah jenis pelayanan terhadap Tuhan.

Bagaimana Melayani Tuhan

Melayani dengan seluruh diri kita – “ Mempersembahkan tubuhmu “; “ Berubahlah oleh pembaruan budimu “; “ Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan “ ( Roma 12 : 1, 2, 11 )

Seluruh manusia kita terbagi dalam tiga bagian : roh, jiwa, dan tubuh. Melayani Tuhan dengan seluruh diri kita berarti roh, jiwa, dan tubuh, semaunya berbagian dalam melayani Tuhan. Pertama, kita harus mempersembahkan tubuhkita kepada Tuhan; kedua, pikiran kita, bagian utama jiwa kita, harus diperbarui dan diubah; ketiga, roh kita harus menyala-nyala. Jadi, ketiga bagian diri kita berperan dalam melayani Tuhan.

Mengikuti Tuhan – “Siapa saja yang melayani Aku [Tuhan Yesus], ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada “ ( Yoh. 12 : 26 )

Dalam melayani Tuhan, kita harus mengikuti Tuhan. Mereka yang melayani Tuhan harus menempuh jala yang sama dengan-Nya. Kita harus mengikuti Tuhan, ke mana pun Ia pergi. Di mana pun Dia berada, di situ kita berada. Dia memilih salib dan rela memikul salib, mati terhadap diri sendiri dan segala sesuatu. Kita yang mengikuti Tuhan harus bertindak sama. Demikian baru kita bisa melayani Tuhan.

Sesuai dengan kehendak Allah – “ Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya “ ( Kis. 13 : 36 )

Pelayanan kita terhadap Allah harus seperti Daud, harus sesuai dengan kehendak Allah dan dalam kehendak Allah.

Memiliki telinga untuk mendengar – “ Tuannya itu menusuk telinganya . . . dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup “ ( Kel. 21 : 6 )

Dalam Perjanjian Lama, seorang tuan harus menusuk telinga hambanya, jika hambanya itu ingin melayaninya; ini melambangkan penanggulangan terhadap telinganya sehingga ia bisa mendengar perintah dan taat. Hari ini kita yang melayani Tuhan memerlukan pemberesan Tuhan agar kita memiliki telinga untuk mendengar, dan menjadi orang yang mendengar perintah dan taat kepada Tuhan.

Mendekat dan berdiri di hadapan Tuhan – “ Merekalah [para imam] yang akan mendekat kepada-Ku untuk melayani-Ku, dan akan berdiri di depan-Ku . . . “ ( Yeh. 44 : 15 ; Tl. )

Ayat ini mengatakan, bahwa imam-imam Perjanjian Lama melayani Allah dengan mendekat kepada Allah dan berdiri di depan-Nya. Untuk melayani Tuhan, hari ini kita juga harus demikian. Dengan telinga yang dapat mendengar firman Tuhan, kita tetap harus mendekat kepada-Nya dan berdiri di depan-Nya, sehingga kita tahu apa yang Tuhan inginkan agar kita dapat melayani menurut keinginan-Nya.

Setia dan Bijaksana – “ Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas seisi rumahnya “ ( Matius 24 : 45 Tl. )

Sebagai hamba Tuhan yang melayani Dia, kita harus setia dan bijaksana. Setia berarti tidak sembarangan atau kendor, sedangkan bijaksana adalah menggunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan amanat yang Tuhan berikan kepada kita menurut kehendak-Nya. Inilah syarat bagi kita yang ingin melayani Tuhan, diperkenan Tuhan, dan menerima pahala pada saat Dia datang kembali.

Mengikat pinggang, menyalakan pelita, dan menanti kedatangan Tuhan – “ Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala . . . menanti-nantikan tuannya yang pulang “ ( Lukas 12 : 35-36 )

Di sini Tuhan mengatakan, untuk melayani Dia sebagai hambanya, kita perlu mengikat pinggang dan menjaga pelita kita tetap menyala, dan menunggu kedatangan-Nya kembali. Mengikat pinggang berarti tidak kendor, pelita tetap menyala berarti hidup dalam terang, dan menanti kedatangan Tuhan adalah berjaga-jaga. Semuanya merupakan ciri penting dari orang-orang yang melayani Tuhan.

Berkoordinasi dalam Tubuh – “ Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota . . . andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, dimanakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, dimanakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya . . . Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan, ‘ Aku tidak membutuhkan engkau ’. Demikian pula kepala tidak dapat berkata kepada kaki, ‘ Aku tidak membutuhkan engkau ”’ ( 1 Kor. 12 : 14-21 )

Di sini memperlihatkan kepada kita, bahwa melayani Tuhan sebagai anggota Tubuh Kristus menuntut kita berkoordinasi dengan kaum saleh, dan tidak bertindak sendiri dalam Tubuh Kristus, yakni gereja. Ini pun adalah syarat yang berhubungan dengan cara melayani Tuhan.

Tujuan Melayani Tuhan

Membangun Tubuh Kristus – “ Dari Dialah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih “ ( Efesus 4 : 16 )

Ayat ini memperlihatkan, bahwa koordinasi dan pelayanan kita bersama kaum saleh dapat menumbuhkan Tubuh Kristus dan membangunnya dalam kasih. Pelayanan kita sebagai hamba-Nya, di samping menyelamatkan orang dosa, menggenapi kaum saleh, dan memuliakan Allah ( 1 Kor. 10 : 31 ), lebih-lebih menumbuhkan Tubuh Kristus dan membangunnya.

Pahala Melayani Tuhan

Dihormati oleh Bapa – “ Siapa saja yang melayani Aku [Tuhan Yesus], ia akan dihormati Bapa [Allah] “ ( Yoh. 12 :26 )

Pelayanan kita kepada Tuhan akan membuat kita dihormati Bapa. Alangkah besar pahalanya!

Diberi berkat untuk hadir dalam pesta dan menikmati pelayanan Tuhan – “ Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang . . . Ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka “ ( Lukas 12 : 37 )

Saat Tuhan datang kembali, hamba-hamba yang berjaga-jaga melayani Tuhan akan berbahagia, duduk makan dan menikmati pelayanan dari Tuhan. Ini juga pahala yang besar dari Tuhan bagi mereka yang melayani Dia.

Memerintah bersama Tuhan dan menikmati sukacita Tuhan – “ Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; . . . aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu “ ( Matius 25 : 21, 23 )

Ayat ini mengatakan, bahwa hamba yang baik dan setia melayani Tuhan akan dikuasakan banyak hal dan masuk ke dalam manifestasi kerajaan yang akan datang dan menikmati sukacita Tuhan. Tentu ini pahala yang besar, yang kita hargai dan rindukan.

Hukuman karena tidak Melayani Tuhan

Menerima banyak pukulan – “ Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan “ ( Lukas 12 : 47 )

Perkataan Tuhan di sini dengan jelas dan serius memberitahukan kita, bahwa jika kita, hamba-hamba-Nya, tidak melayani-Nya menurut kehendak-Nya, saat Ia datang, kita akan menerima banyak pukulan. Menerima pukulan adalah dihukum. Tuhan tidak menjelaskan pelaksanaan hukuman itu, namun setiap hukuman, apalagi berkali-kali tentu sangat tidak menyenangkan. Semoga kita yang telah menerima anugerah untuk menjadi hamba Tuhan, melayani Tuhan, bisa tergugah dan diperingatkan oleh firman-Nya.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.