Dipenuhi dan Diluapi Roh Kudus Part 3 ( Pelajaran Hayat, Part 21 )

dipenuhi dan diluapi roh kudus 3

Kaum beriman memerlukan hayat di dalam dan kuasa di luar. Dipenuhi dan diluapi Roh Kudus Allah dalam kedua aspeknya, menggenapi dua hal ini.

Peluapan Lahiriah oleh Roh Kudus

Hasil akhir pekerjaan Roh Kudus hayat batiniah dalam kaum beriman adalah memnuhi kaum beriman secara batiniah dalam aspek hayat, sehingga mereka dapat menempuh hidup yang rohani dan menang. Pekerjaan utama Roh Kudus kuasa di luar atas kaum beriman adalah meluapi mereka secara lahiriah dalam aspek pekerjaan, sehingga mereka dapat bekerja dengan kuasa bagi Allah. Karena itu, kita perlu dipenuhi Roh Kudus di batin, juga perlu diluapi Roh Kudus di lahir.

Baptisan Roh Kudus

Alkitab dengan jelas menampakkan, bahwa peluapan Roh Kudus secara lahiriah adalah baptisan Roh Kudus.

Nubuat

Dari Yohanes Pembaptis – “ Ia [Kristus] akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus “ ( Matius 3:11 )

Yang pertama kali menyinggung tentang baptisan Roh Kudus adalah Yohanes Pembaptis. Saat dia membaptis orang-orang di dalam air, dia bernubuat, bahwa Tuhan Yesus akan membaptis mereka dalam Roh Kudus, sehingga mereka menerima baptisan Roh.

Dari Tuhan Yesus – “ Tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus “ ( Kis. 1:5 )

Ini adalah nubuat Tuhan kepada murid-murid setelah kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya berdasarkan nubuat Yohanes Pembaptis.

kis 1 5

Bagi kaum beriman Yahudi, pada hari Pentakosta – “ Tetapi tidak lama lagi kamu [kelompok kaum saleh Yahudi pertama], akan dibaptis dengan Roh Kudus “ ( Kis. 1:5 )

“ Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat . . . bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah . . . Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2:1-4 )

Nubuat Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus mengenai baptisan Roh Kudus mulai tergenapi pada hari Pentakosta. Menurut Alkitab, penggenapan ini terbagi dalam dua bagian; bagian pertama tergenap di satu tempat,dan bagian lainnya tergenap di tempat lain. Meskipun terbagi dalam dua bagian dan dua tempat, keduanya merupakan penggenapan yang lengkap. Tergenap dalam dua bagian, sebab gereja terdiri dari dua golongan, yaitu Yahudi dan orang kafir. Yang tergambar dalam ayat-ayat di atas, yang pertama, tergenap di antara kelompok pertama orang-orang Yahudi di lantai atas sebuah rumah di Yerusalem, pada hari Pentakosta.

“ Bagi orang kafir di rumah Kornelius – “ Ketika aku [Petrus] mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka [kaum beriman kafir] sama seperti ke atas kita [kelompok pertama kaum beriman Yahudi] dahulu. Lalu teringatlah aku akan perkataan Tuhan: . . . kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus “ ( Kis. 11:15-16 )

Bagian kedua baptisan Roh Kudus ini tergenap dalam rumah Kornelius, mewakili kaum beriman kafir yang tertulis dalam ayat-ayat di atas. Sesuai dengan prinsip mewakili, sama seperti Tuhan membaptis semua orang beriman Yahudi dari zaman ke zaman ke dalam Roh Kudus, sekali untuk selamanya, dalam rumah Kornelius. Dalam pandangan Allah, sebagaimana kaum beriman Yahudi dari zaman ke zaman telah menerima baptisan Roh pada hari Pentakosta, demikian pula kaum beriman kafir dari zaman ke zman etlah menerima baptisan Roh di rumah Kornelius. Kedua bagian baptisan Roh ini bersama-sama membentuk suatu baptisan Roh yang lengkap. Dalam baptisan Roh yang lengkap inilah Kristus,Sang Kepala, membaptis kita semua yang percaya kepada-Nya, baik orang Yahudi maupun orang kafir ( diwakili oleh orang Yunani ), dalam satu Roh Kudus ke dalam satu Tubuh ( 1 kor. 12:13 ).

Fakta

Begitu percaya, dibaptis ke dalam Roh Kudus – “ Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani telah dibaptis menjadi satu Tubuh . . . “ ( 1 Kor. 12:13 )

Karena Kristus telah membaptis kaum beriman dari zaman ke zaman ke dalam Roh Kudus pada hari Pentakostadan di rumah Kornelius, maka Dia telah menggenapi pembaptisan gereja dalam Roh melalui kedua peristiwa tersebut. Baptisan Roh Kudus adalah fakta yang telah tergenapi atas gereja. Hari ini, jika seorang Yahudi atau seorang kafir percaya kepada Tuhan, dia berbagian dalam gereja dan dalam fakta yang telah tergenapi atas gereja. Kita yang telah percaya Tuhan dan menjadi milik gereja, bukan dibaptis seorang demi seorang dan pada saat yang berbeda-beda ke dalam Roh Kudus, melainkan kita telah menerim baptisan dalam Roh dengan sempurna, yang meliputi semua orang beriman, sekali untuk selamanya.

Pengalaman

Diluapi secara lahiriah oleh Roh Kudus adalah mengalami baptisan Roh Kudus – “ Tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus “ ( Kis. 1 :5 )

“ Ketika tiba hari Pentakosta . . . mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2:1-4 )

“ Turunlah Roh Kudus ke atas mereka, . . . lalu teringatlah aku akan perkataan Tuhan . . .  kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus “ ( Kis. 11:15-16 )

Ayat-ayat ini memperlihatkan, bahwa pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius, dibaptis di dalam Roh adalah megnalami peluapan Roh Kudus secara lahiriah. Jadi, jika kita diluapi Roh Kudus secara lahiriah, kuasa Roh Kudus turun ke atas kita, kita mengalami baptisan Roh.

Fakta baptisan Roh Kudus telah tergenap sekali untuk selamanya atas gereja pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius, tetapi pengalaman dibaptis dalam Roh Kudus ini terjadi kapan saja, di mana saja, dan berkali-kali atas kaum saleh.

Fungsi Diluapi oleh Roh Kudus secara Lahiriah

Bagi pekerjaan Rohani, Agar memiliki kekuatan

“ Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku . . . sampai ke ujung bumi “ ( Kis. 1:8 )

“Ketika tiba hari Pentakosta . . . mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2:1-4 )

Dipenuhi Roh Kudus secara batiniah adalah untuk kehidupan rohani, agar hayat rohani matang; sedangkan diluapi Roh Kudus secara lahiriah adalah bagi pekerjaan rohani, agar memiliki kekuatan. Hanya dipenuhi Roh Kudus secara batiniah memang cukup untuk hayat, tetapi tidak cukup untuk bekerja. Sebelum Pentakosta, meskipun Petrus dan rasul-rasul lainnya dipenuhi Roh Kudus secara batiniah, mereka tidak dapat bekerja bagi Tuhan, karena mereka belum diluapi Roh Kudus secara lahiriah sebagai kuasa untuk bekerja bagi Tuhan. Setelah mereka diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah, pada hari Pentakosta, dan menerima Roh Kudus atas mereka sebagai Roh Kuasa, barulah mereka sanggup bekerja dengan efektif bagi Tuhan.

Untuk Menegaskan bahwa Tuhan Yesus telah naik ke surga dan telah ditetapkan sebagai Tuhan dan Kristus

“ Sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima dari Bapa, Roh Kudus, . . . maka dicurahkan-Nya Roh itu seperti yang kamu lihat dan dengar di sini . . . Jadi . . . harus tahu dengna pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus “ ( Kis. 2:33-36 )

Kepenuhan Roh Kudus secara luaran juga menegaskan kenaikan, peninggian, dan penetapan-Nya menjadi Tuhan dan Kristus. Peluapan Roh Kudus secara lahiriah dapat memberi kita kuasa karena mendatangkan suasana surga bagi kita. Roh Kudus yang meluapi kita secara lahiriah, dicurahkan karena kenaikan Tuhan, sebab itu membawa surga dan suasana Tuhan di surga kepada kita, memberikan kita perasaan surga sangat dekat dengan kita, dan suasana surga itu telah menimpa tepat pada diri kita. Seolah-olah suasana Tuhan Yesus ditinggikan dan dimuliakan di takhta surga terlihat di depan kita. Demikianlah kita dapat bersaksi bagi Tuhan bersandarkan kuat kuasa surga, tanpa mempedulikan situasi dunia dan kesulitan-kesulitannya.

Pernyataan diluapi oelh Roh Kudus secara lahiriah

Berbahasa Lidah ( Kis. 2:4; 10:44-46; 19:6 )

Tiga kelompok manusia – murid-murid pada saat Pentakosta, orang-orang di rumah Kornelius, muri-murid di Efesus – berbahasa lidah ketika mereka diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah. Jadi, berbahasa lidah adalah pernyataan diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah.

Bernubuat

Ketika diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah, kaum saleh di Efesus tidak hanya berbahasa lidah, tetapi juga bernubuat. Karena itu, bernubuat juga merupakan pernyataan diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah.

Dari sekian banyak kasus diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah yang tercatat dalam Kisah Para Rasul, hanya tiga kasus, termasuk golongan orang tersebut di atas yang berbahasa lidah. Ini membuktikan bahwa berbahasa lidah bukanlah pernyataan penting dari diluapi oleh Roh Kudus.

Memiliki Keberanian dan Kekuatan – “ Mereka semua diluapi oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitkan firman Allah dengan berani “ ( Kis. 4:31 Tl. )

“ Lalu Petrus, yang diluapi oleh Roh Kudus . . . “ ( Kis. 4:8 Tl. )

Berbicara dengan berani bagi Allah dan penuh kuasa jgua merupakan pernyataan tegas dari diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah terutama agar manusia berbicara bagi Allah dengan berani dan penuh kuasa.

Memiliki kekuasaan – “ Paulus, yang diluapi oleh Roh Kudus, menatap dia dan berkata: Hai anak Iblis, engkau penuh dengan berbagai tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran . . . membelokkan jalan Tuhan yang lurus itu . . . Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari. Seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan kegelapan “ ( Kis. 13:9-11; Tl. )

Ayat-ayat ini menampakkan kepada kita bahwa saat Rasul Paulus diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah, dia berkuasa atas orang jahat yang dipakai Iblis itu. Kuasa ini jgua merupakan pernyataan diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah.

Jalan untuk diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah

Bertobat dan menanggulangi dosa-dosa – “ Bertobatlah . . . untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus “ ( Kis. 2:38 )

Bertobat bagi pengampunan dosa-dosa akan menyebabkan kita menerima Roh Kudus. Jadi, agar diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah perlu pertobatan yang tuntas dan penaggulangan semua dosa.

Percaya – Percaya bahwa pada saat seseorang percaya Tuhan, dia sudah dibaptis ke dalam Roh Kudus.

Setelah kita menanggulangi dosa-dosa kita, kita harus percaya, bahwa baptisan Roh adalah fakta yang telah digenapi Tuhan atas gereja, dan ktia adalah salah satu bagian dari gereja, sehingga peluapan Roh Kudus secara lahiriah dari baptisan Roh sudah menjadi bagian kita.

Taat – “ Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia “ ( Kis. 5:32 )

Roh Kudus dikaruniakan oleh Allah kepada mereka yang taat. Karena itu, untuk menerima peluapan Roh Kudus secara lahiriah, menuntut kita harus taat kepada Allah.

Berdoa dengan sehati – “ Mereka semua [yang kemudian diluapi oleh Roh Kudus secara lahiriah pada hari Pentakosta] tekun dengan sehati dalam doa bersama-sama “ ( Kis. 1:14 )

Untuk menerima peluapan Roh Kudus secara lahiriah, perlu diri pribadi banyak berdoa, juga perlu banyak berdoa dengan sehati bersama mereka yang menuntu Allah. Inilah yang telah diterima oleh orang-orang golongan pertama, yang diluapi Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.