Dipenuhi dan Diluapi Roh Kudus 1 ( Pelajaran Hayat, Part 19 )

dipenuhi dan diluapi mengenal roh kudus

Dalam part 10 kita telah nampak bahwa Roh Kudus adalah pernyataan ultima dari Allah Tritunggal, dan Dia adalah Allah Tritunggal yang mendatangi dan memasuki kaum saleh. Karena itu, Roh Kudus adalah Yang membuat kita mengalami Allah Tritungal. Untuk mengalami Allah Tritunggal, kita harus mengalami Roh Kudus secara riil. Bagian terbesar pengalaman riil kita atas Roh Kudus berkaitan dengan dipenuhi dan diluapi kita oleh Roh Kudus.

Dipenuhi dan Diluapi Roh Kudus : Dua Aspek Roh Kudus

Alkitab dengan jelas menampakkan, bahwa Roh Kudus atas diri kita terbagi dalam dua aspek.

Di dalam

“ Roh kebenaran . . . akan diam di dalam kamu “ ( Yoh. 14:17 )

Di sini Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Roh Kudus akan diam di dalam kita.

Di Atas

“ . . . Roh Kudus turun ke atas kamu “ ( Kis. 1 :8 )

Di satu pihak, Tuhan mengatakan bahwa Roh Kudus ada di dalam kita; di pihak lain, Dia mengatakan bahwa Roh Kudus turun ke atas kita. Ke atas kita adalah di luar, ini mutlak berbeda dengan di dalam kita.

Janji – Dua aspek

Tuhan menjanjikan “ Penghibur “ – Dijanjikan sebelum kematian Tuhan

“ Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran . . .  akan diam di dalam kamu “ ( Yoh. 14:16-17 )

“ Jikalau aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu “ ( Yoh. 16 : 7 )

Perkataan-perkataan ini adalah perkataan Tuhan sebelum kematian-Nya, Dia menjanjikan kepada murid-murid, bahwa Dia akan pergi untuk mengutus Roh Kudus sebagai Penghibur.

Bapa Menjanjikan “ Kuasa “ – Telah dijanjikan Bapa dalam Perjanjian Lama dan diucapkan kembali oleh Tuhan setelah kebangkitan-Nya

“ Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku . . . sampai kamu diperlengkapi dengna kekuasaan dari tempat tinggi “ ( Luk. 24 : 49 )

“ . . . menantikan janji Bapa . . . kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu “ ( Kis. 1 : 4-8 )

Tuhan mengucapkan perkataan ini kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya, mengucapkan lagi janji Allah dalam Perjanjian Lama mengenai Roh Kudus. Dia berjanji, setelah Dia naik ke surga, Dia akan mengutus Roh Kudus menjadi kuasa mereka. “ Kuasa “ berbeda dengan “ Penghibur “. Penghibur adalah Yang akan masuk ke dalam murid-murid dan dia “ di dalam “ mereka, sedangkan kuasa adalah Yang akan turun “ ke atas “ mereka. Jadi, apa yang dikatakan Tuhan sebelum kematian-Nya dan setelah kebangkitan-Nya adalah dua janji yang berbeda.

Penggenapan Dua aspek

Janji tuhan tentang Penghibur – Digenapi pada malam kebangkitan

“ Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu . . . datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka . . . Ia mengembusi mereka dan berkata, ‘ Terimalah Roh Kudus ‘” ( Yoh. 20 : 19-22 )

Ini adalah Tuhan, pada malam kebangkitan-Nya menjumpai murid-murid dan mengembusi mereka supaya mereka menerima Roh Kudus. Hal ini menggenapi janji-Nya mengenai penghibur yang diucapkan-Nya sebelum kematian-Nya.

Janji Bapa tentang Kuasa – digenapi pada hari Pentakosta

“ Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk . . . lalu mereka semua dipenuhi [diluapi] dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2 : 1-4 )

Ini membicarakan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, menggenapi janji Roh kuasa oleh Bapa yang diucapkan Tuhan kepada murid-murid sesaat sebelum kenaikan-Nya. Karena itu, Roh Kudus yang turun itu adalah Roh Kudus di aspek kuasa, bukan di aspek Penghibur, berbeda dengan yang dibawa-Nya pada saat kebangkitan-Nya. Roh Kudus yang dibawa pada saat hari kebangkitan-Nya adalah “ Penghibur “, dan Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta adalah “ kuasa “.

yoh 14 17

Fungsi Dua aspek

Penghibur adalah untuk Hayat

“ Penolong . . . menyertai kamu . . . dan diam di dalam kamu “ ( Yoh. 14 : 16-17 )

Di sini dikatakan, bahwa Roh Kudus menjadi Penolong ( Penghibur ) beserta kita dan diam di dalam kita. Inilah fungsi Roh Kudus dalam aspek hayat. Karena itu, Penghibur, yaitu Roh Kudus dalam aspek hayat adalah untuk hayat di dalam kita.

Kuasa adalah untuk Pekerjaan

“ Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku . . . “ ( Kis. 1 : 8 )

Di atas dikatakan, jika Roh Kudus turun ke atas kita, kita akan menerima kuasa untuk bersaksi bagi Tuhan. Roh Kudus di sini berfungsi sebagai kuasa, bukan untuk hayat batini yang dari Tuhan, tetapi untuk pekerjaan luaran yang kita kerjakan bagi Tuhan. Untuk hayat kita di dalam, Allah memberi kita Roh Kudus sebagai Penghibur, yang menjadi hayat di dalam kita, juga menjadi penyuplai dan penunjang hayat hidup kita, satu persona di dalam kita menjadi Tuhan kita. Untuk pekerjaan kita yang di luar, Allah memberi Roh Kudus sebagai kuasa, sehingga di luar Dia menjadi kuasa, kekuatan, kemampuan, dan kecakapan bagi pelaksanaan pekerjaan kita.

Lambang Dua aspek

Embusan

“ Ia mengembusi mereka dan berkata : Terimalah Roh Kudus “ ( Yoh. 20 : 22 )

Inilah embusan Roh Kudus tuhan, yaitu Penghibur, sebagai embusan masuk ke dalam murid-murid pada malam kebangkitan-Nya. Embusan adalah untuk hayat dan menyatakan hayat. Jadi, embusan di sini menandakan Roh Kudus sebagai Roh hayat batini.

Air Hidup

“ Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkannya ialah Roh itu [ Roh Kudus hayat batiniah] yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya “ ( Yoh. 7 : 38-39 )

Perkataan Tuhan menunjukkan, bahwa Roh Kudus akan emgnalir keluar seperti aliran air hidup dari dalam kita. Tentu saja ini mengacu kepada Roh Kudus sbeagai hayat di dalam kita, yang kita minum sebagai air hidup yang menjadi suplai hayat kita. Karena itu, air hidup juga melambangkan Roh hayat batiniah.

Angin

“ Tiupan angin yang keras . . . lalu mereka semua dipenuhi [diluapi] dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2 : 2-4 )

Di sini murid-murid menerima Roh Kudus kuasa atas mereka pada hari Pentakosta di ruang atas mereka pada hari Pentakosta di ruang atas di Yerusalem. Ini tidak seperti embusan yang diembuskan Tuhan ke dalam mereka pada hari kebangkitan, melainkan tiupan angin yang keras, yang bertiup dari luar, melambangkan Roh Kudus kuasa. Angin sangatlah kuat dan melambangkan kuasa. Karena itu, angin di sini melambangkan Roh Kudus menjadi Roh kuasa luaran, berbeda dengam embusan.

Jubah

“ Aku aka mengirim kepadamu apa yang dijanjikan [Roh kuasa yang diluar] Bapa-Ku . . . sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi “ ( Luk. 24 : 49 )

Di sini Tuhan juga mengatakan, bahwa kita diperlengkapi secara luaran dengan Roh Kudus kuasa yang dijanjikan Bapa, seperti jubah yang dikenakan kepada kitamenjadi kuasa kita. Hal ini dilambangkan dengan jubah Elisa yang diterimanya dari Elia ( 2 Raj. 2 : 13-14 ). Karena itu, jubah ini juga melambangkan Roh Kudus kuasa yang di luar, dan berbeda dengan air hidup. Roh jubah ini, seperti seragam pejabat, yang membawa kuasa dan sangat penting bagi kita untuk melaksanakan amanat Allah. Roh hayat yang di dalam adalah air hidup, yang dapat kita minum bagi suplai batiniah; Roh Kudus kuasa yang di luar adalah jubah, yang kita kenakan menjadi kekuasaan di luar.

Pengalaman Dua aspek

Pengalaman Tuhan Yesus

“ Sebab anak [Yesus] yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus “ ( Mat. 1:20 )

Tuhan Yesus dikandung dan dilahirkan dari Roh Kudus. Hayat di dalamnya adalah unsur Roh Kudus.

“ Sesudah dibaptis . . . Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya “ ( Mat. 3 :16 )

Meskipun Tuhan Yesus dikandung dan dilahirkan dari Roh Kudus dan hayat yang didalamnya mutlak merupakan unsur Roh Kudus, namun setelah Dia dibaptis, Dia mengalami Roh Kudus turun ke atas-Nya menjadi kuasa-Nya untuk bekerja bagi Allah.

Pengalaman Murid-murid

“ Ketika hari sudah malam, pada hari pertama minggu itu . . . datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka . . . Ia mengembusi mereka dan berkata : Terimalah Roh Kudus “ ( Yoh. 20 : 19-22 )

Tuhan mengembusi murid-murid pada malam hari kebangkitan-Nya, sehingga murid-murid menerima Roh Kudus ke dalam mereka.

“ Ketika tia hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras “ ( Kis. 2 : 1-4 )

“ . . . Roh Kudus turun ke atas kamu “ ( Kis. 1:8 )

Meskipun murid-murid telah menerima Roh Kudus ke dalam mereka pada malam kebangkitan Tuhan, Roh Kudus masih turun ke atas mereka pada hari Pentakosta.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.