Konsekrasi / Persembahan diri ( Pelajaran Hayat, Part 18 )

konsekrasi

Bagi kita, orang-orang yang telah beroleh selamat, konsekrasi atau mempersembahkan diri adalah reaksi positif terhadap keselamatan yang kita terima dari Tuhan. Karena kita telah menikmati keselamatan Tuhan yang agung dan gratis, dengan sendirinya kita ingin membalas budi Tuhan. Kita mempersembahkan diri kepada Tuhan, berarti kita mengijinkan Tuhan mendapatkan diri kita sebagai balas budi kepada-Nya.

Dasar Konsekrasi

“ Bahwa kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! “ ( 1 kor. 6:19-20 )

Dasar konsekrasi adalah karena Dia telah membeli kita dengan darah-Nya ( Wahyu 5:9 ), kita menjadi budak belian-Nya. Kita yang telah percaya kepada Tuhan, telah ditebus dan dibeli oleh Tuhan, adalah budak belian Tuhan; kita bukan lagi milik kita sendiri, tetapi milik Tuhan. Tuhanlah, bukan kita, yang berhak atas diri kita.

“ Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan “ ( Roma 14:8 )

Karena kita yang ditebus dan dibeli oleh Tuhan adalah milik-Nya, maka hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Atas dasar inilah kita mempersembahkan diri kepada-Nya bagi kepentingan-Nya.

roma 12 1

Motivasi Konsekrasi

“ Sebab kasih Kristus menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka “ ( 2 Kor. 5:14-15 )

Kita mempersembahkan diri kepada Tuhan karena kasih-Nya membelenggu dan menguasai kita. Kasih-Nya memaksa kita, sehingga kita tidak bisa tidak mempersembahkan diri kepada-Nya. Karena Dia mati bagi kita, maka kita semua sudah mati, kita tidak perlu lagi mati. Pula, Dia mati agar kita mendapatkan hayat-Nya dan hidup kepada Dia. Kasih yang sedemikianlah yang menawan dan memaksa kita mengasihi-Nya dan mempersembahkan diri kepada-Nya. Persembahan ini adalah ungkapan rasa syukur dan balas budi kita kepada kasih-Nya yang besar. Dia telah membeli kita dengan darah adi-Nya, sehingga kita menjadi budak belian-Nya, dan itulah dasar persembahan diri kita kepada-Nya. Dia telah mati bagi kita karena kasih-Nya dan kasih itulah motivasi konsekrasi kita kepada-Nya.

Makna Konsekrasi

“ Aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup . . . itulah ibadahmu yang sejati “ ( Roma 12:1 )

Saat kita mempersembahkan diri kepada Tuhan, kita mempersembahkan diri kepada-Nya sebagai kurban yang hidup, bukan seperti umat Perjanjian Lama yang mempersembahkan kurbanmati kepada Tuhan. Sebagai kurban yang hidup, kita kudus, terpisah bagi Thuan untuk dipakai oleh-Nya, dan kita diperkenan Allah, memuaskan keinginan hati-Nya.

“ Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku, sebagai santapan-Ku, berupa kurban api-apian yang buanya menyenangkan bagi-Ku . . . dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai kurban bakaran yang tetap “ ( Bilangan 28:2-3 )

Dalam Perjanjian Lama, Allah meminta umat-Nya mempersembahkan kurban bakaran kepada-Nya setiap hari menjadi santapan-Nya sehingga Dia dipuaskan. Lambang tersebut menunjukkan, bahwa dalam Perjanjian Baru, kita yang milik Allah harus mempersembahkan diri sebagai kurban bakaran setiap hari kepada Allah bagi kepuasan-Nya. Perbedaannya, umat Perjanjian Lama mempersembahkan kurban yang mati, sedangkan kita mempersembahkan kurban yang hidup. Meskipun, hakiki keduanya berbeda, maksudnya sama, yaitu menjadi santapan Allah, bagi kepuasan Allah. Mempersembahkan diri kepada Tuhan berarti menjadi kurban bagi kepuasan-Nya. Yang penting bukanlah apa yang kita perbuat untuk Tuhan, melainkan kita memuaskan Dia. Inilah makna sejati konsekrasi.

Tujuan Konsekrasi

“ . . . tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka “ ( 2 Kor. 5:15 )

Tujuan konsekrasi adalah hidup kepada-Nya. Hidup kepada-Nya lebih tinggi daripada hidup untuk-Nya. Jika kita hidup untuk-nya kita dan Dia mungkin tetap dua, tetapi jika kita hidup kepada-Nya, kita dan Dia pasti satu. Jika kita hidup kepada-Nya, Dia tidak hanya menjadi hayat kita, jgua menjadi persona kita. Seluruh hidup dan tindakan kita selalu sejalan dengan-Nya dan membiarkan Dia hidup melalui kita.

“ Mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup “ ( Roma 12:1 )

Saat kita mempersembahkan diri kepada Tuhan seperti yang disebut di atas, kita mempersembahkan diri kepada Tuhan sebgai kurban yang hidup untuk memuaskan keinginan hati-Nya. Inilah tujuan konsekrasi.

“ Mempersembahkan tubuhmu . . . itulah ibadahmu yang sejati “ ( Roma 12:1 )

Mempersembahkan drii sebagai kurban yang hidup kepada Tuhan adalah ibadah yang sejati. Ibadah demikian tidak tergantung pada pekerjaan kita bagi Tuhan, tetapi pada pemuasan Allah oleh kita. Ini juga merupakan tujuan konsekrasi.

“ Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya “ ( Efesus 2:10 )

Kita, kaum beirman yang telah dipilih dan ditebus oleh Allah, adalah buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang telah dipersiapkan bagi kita untuk dilaksanakan. Ini memerlukan kesepakatan kita, yang terwujud dalam persembahan diri kita kepada-Nya, sehingga Dia bisa menggarap kita untuk menggenapkan pekerjaan-Nya yang baik. Ini juga tujuan konsekrasi.

“ Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu “ ( 1 Kor. 6:20 )

Tujuan tertinggi konsekrasi adalah memuliakan Allah, yaitu membiarkan Allah hidup melalui kita, terekspresi melalui kita, menyatakan kemuliaan-Nya.

Hasil Konsekrasi

“ Hamba-Nya . . . harganya telah lunas dibayar “ ( 1 Kor. 7:22-23 )

Akibat pertama konsekrasi kita kepada Tuhan adalah secara praktis kita menjadi budak belian Tuhan, tunduk pada kuasanya dalam segala hal.

“ Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik “ ( Efesus 2:10 )

Kita adalah buatan Allah, seperti bejana tanah liat dibentuk oleh tangan tukang periuk ( Yes. 64:8 ). Hasil lain dari kita mempersembahkan diri kepada Tuhan ialah dia mendapatkan kesepakatan kita untuk dengan leluasa membentuk kita.

“ Serahkanlah dirimu kepada Allah . . . serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi oleh kamu “ ( roma 6:13-14 )

“ Menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan “ ( Roma 6:19 )

Ketika kita mempersembahkan diri kita dan anggota-anggota tubuh kita kepada Tuhan, masih ada hasil lainnya, yaitu anggota-anggota tubuh kita menjadi senjata-senjata dan hamba kebenaran sehingga kita bebas dari dosa, tidak dikuasai lagi oleh dosa, dan membawa kita kepada pengudusan.

“ . . . Harus dibakar oleh Imam di atas mezbah sebagai kurban bakaran, sebagai kurban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN “ ( Imamat 1:9 )

Hasil mempersembahkan kurban bakaran dalam Perjanjian Lama adalah kurban bakaran tersebut menjadi abu bagi manusia dan bau yang menyenangkan bagi Allah. Jika kita mempersembahkan diri kita sebagai kurban bakaran yang hidup kepada Tuhan, dan kita setia kepada-Nya, kita akan menjadi abu bagi manusia dan bau-bauan yang menyenangkan bagi Allah.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.