Berbagai jenis Sidang ( Pelajaran Hayat, part 15 )

berbagai jenis sidang

Setelah mengetahui pentingnya bersidang, kita juga perlu mengenal berbagai jenis sidang.

Sidang Pemecahan Roti

“ Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti “ ( Kis. 20 : 7 )

Memecahkan roti berarti makan perjamuan malam Tuhan, memperingati Tuhan yang telah mati bagi kita ( 1 kor. 11:20,23-25 ). Inilah sidang rutin yang pertama bagi kita, umat yang ditebus oleh kematian Tuhan. Untuk rinciannya, lihat dua artikel selanjutnya.

Sidang Doa

“ Jika dua orang dari antara kamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul . . . “ Matius 18:19-20 )

Di sini Tuhan berbicara mengenai doa daam sidang. Doa semacam ini lebih berkuasa daripada doa perorangan, karena mampu mengikat di bumi apa yang telah terikat di surga, dan melepaskan di bumi apa yang telah dilepaskan di surga ( Matius 18:18 ).

“ Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan . . . “ ( Kis. 1:14 )

Di sini disinggung lagi doa dalam sidang. Doa inilah yang mendatangkan berkat pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta.

“ Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani! “ ( Kis. 4:24, 31 )

Di sini dikatakan, pada hari itu, ketika murid-murid ditimpa aniaya, mereka berkumpul bersama untuk berdoa dengan sehati. Doa semacam itu menyebabkan mereka dipenuhi [diluapi] oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

kis 2 46

“ tetapi gereja dengan tekun mendoakannya kepada Allah “ ( Kis. 12 :5 )

“ Pergilah ia ke rumah Maria . . . di situ banyak orang berkumpul dan berdoa “ ( Kis. 12 : 12 )

Saat Petrus dipenjara, gereja berdoa dengan tekun baginya. Sejumlah orang berhimpun di rumah seorang saudari, berdoa khusus untuknya. Doa tersebut membuat Allah melakukan mujizat besar, yakni membebaskan Petrus dari penjara.

Sidang pendayagunaan Karunia Rohani serta saling membangun

“ Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun “ ( 1 Kor. 14:26 )

Sidang yang dimaksudkan di sini adalah untuk mendayagunakan karunia ohani serta saling membangun. Dalam sidang semacam ini, tidak ada orang istimewa yang melakukan hal istimewa, melainkan setiap orang menggunakan karunia rohaninya; ada mazmur, ada pengajaran, ada wahyu; setiap orang berperan, tujuannya untuk membangun dan membina orang.

Sidang pembacaan Alkitab

“ Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu jemaat bersukacita karena isinya yang memberi penghiburan “ ( Kis. 15:30-31 )

Di sini dikatakan, ketika Paulus dan teman-temannya tiba di Antiokhia, mereka mengumpulkan kaum saleh untuk membacakan surat yang ditulis oleh para rasul dan para penatua di Yerusalem di bawah pimpinan Roh Kudus. Jadi, adakalanya kita perlu berhimpun untuk membaca firman Allah dalam Alkitab.

Sidang Mendengarkan Berita

“ Ketika kami berkumpul . . . Paulus berbicara dengan saudara-saudara seiman di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya “ ( Kis. 20:7 )

Hari itu, umat saleh di Troas berhimpun untuk mendengarkan Paulus berbicara mengenai hal-hal rohani, sehingga mereka terbina dan dikuatkan. Karena itu, adakalanya kita harus berhimpun untuk mendengarkan berita-berita rohani yang diutarakan oleh pelayan-pelayan firman Allah, agar kita terbina dan dikuatkan.

Bagaimana Bersidang

“ Sebab di mana . . . berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka “ ( Matius 18:20 )

Hal yang paling menentukan dalam persidangan kaum beriman ialah berkumpul dalam nama Tuhan. Artinya, kita wajib berkumpul dalam nama Tuhan. Berhubung kita milik Tuhan dan diselamatkan oelh nama-Nya, kita wajib berkumpul hanya dalam nama itu. Kita tidak boleh berkumpul dan bersidang dalam nama lain, entah itu nama individu, badan korporat, suatu misi, atau suatu denominasi.

“ Tiap-tiap hari, dengan bertekun, dengan sehati, dalam Bait Allah, dan memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir “ ( Kis 2 : 46 )

Ayat ini menampakkan kepada kita bahwa kita harus, pertama, bersidang setiap hari; kedua, bersidang dengan tekun dan berkesinambungan; ketiga, bersidang dengna sehati; keempat bersidang di tempat yang besar; dan kelima bersidang dari rumah ke rumah, yaitu bersidang di rumah.

“ Seluruh jemaat berkumpul bersama-sama “ ( 1 kor. 14 : 23 )

Pada satu pihak, gereja harus bersidang terus-menerus di rumah-rumah kaum beriman. Pada pihak lain, ada kalanya perlu juga seluruh gereja berhimpun pada satu tempat. Sidang rumahan memiliki faedah dan rasanya sendiri, sidang ini haruslah rutin; bersidang di tempat tertentu sesuai kebutuhan juga memiliki faedah dan cita rasa sendiri. Jadi, gereja harus memiliki sidang-sidang di rumah-rumah secara rutin, juga harus ada sidang-sidang di satu tempat sesuai dengan kebutuhan.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.