Bersidang ( Pelajaran Hayat, part 14 )

bersidang

Gereja adalah jemaat yang dipanggil keluar dari dunia, maka asudah seharusnya sering bersidang. Bersidang memungkinkan jemaat yang dipanggil Allah ini mendapatkan suplaian, pembangunan, penggenapan, demi merampungkan tujuan panggilan Allah terhadapnya.

Bersidang merupakan Penetapan Allah Atas Kaum Beriman

“ Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita sendiri “ ( Ibrani 10:25 Tl. )

Pertemuan-pertemuan ibadah kita sendiri mengacu kepada sidang=siang kristiani kita. Allah telah menetapkan cara keberadaan semua makhluk hidup di alam semesta ini. Penetapan Allah merupakan hukum yang membuat makhluk yang bersangkutan bisa hidup. Asalkan makhluk yang bersangkutan taat kepada hukum tersebut, niscayalah tetap hidup dan diberkati. Demikian juga sikap Allah terhadap kita yang percaya Kristus. Penetapan Allah yang menjadi hukum keberadaan dan berkat bagi kita adalah bersidang. Seperti air terhadap ikan, udara terhadap burung, begitulah sidang-sidang terhadap orang Kristen. Ikan harus hidup di dalam air, burung terbang di udara, demikian pula orang Kristen melestarikan keberadaan dan hidup rohaninya melalui bersidang.

Tuntutan Hayat Rohani

“ . . . domba-doba itu . . . menjadi satu kawanan “ ( Yoh. 10:16 )

Setiap jenis hayat memiliki ciri khas masing-masing, dan sering memiliki berbagai ciri khas. Hayat yang diterima kaum beriman, atau hayat Allah yang di dalam kita juga memiliki berbagai ciri khas. Misalnya, benci akan dosa dan menjauhi dosa adalah ciri khas hayat ini; condong menderkati allah dan rela melayani Dia juga merupakan ciri khas hayat ini. Salah satu dari sekian banyak ciri khas hayat rohani kita ialah berhimpun bersama atau bersidang. Yohanes 10:3 dan 16 memperlihatkan, bahwa sejak beroleh selamat kita menjadilah domba-domba Tuhan. Ciri khas hidup domba adalah berkumpul. Mereka tidak suka terpisah satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya, Alkitab tidak hanya menyebut kita domba Tuhan, lebih-lebih menyebut kita kawanan domba-Nya ( Kis. 20:28; 1 Ptr. 5:2 ). Untuk menjadi domba yang berbagian dalam bekat kawanan domba, kita harus berkumpul dengan kawanan domba. Ciri Khas hayat domba rohani yang terkandung di dalam diri kita menuntut hal ini dari kita.

ibrani 10 25

Pentingnya Sidang Kaum Beriman

“ Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka “ ( Matius 18:20 )

Di sini Tuhan khusus berjanji, bila dua ataua tiga orang milik-Nya berkumpul dalam naam-Nya, yaitu bersidang dalam nama-Nya, Ia pasti ada di tengah-tengah mereka. Saat kita bersidang dalam nama-Nya, niscaya menikmati hadir-Nya secara khusus. Kehadiran-Nya tentu membawakan terang, anugerah, suplai, dan segala macam berkat. Bukan main mustikanya hal ini! Bukan main berkatnya ini! Kita boleh menikmati berkat yang kaya ini melalui bersidang.

“ Lalu bangkitlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu . . . sedang berkumpul . . . sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, ‘Damai sejahtera bagi kamu! ‘” ( Lukas 24:33-36 )

Potongan ayat ini membicarakan dua murid yang meninggalkan Yerusalem menuju Emaus. Di sana, sewaktu mereka menyadari bahwa Dia adalah Tuhan yang menampakkan diri kepada mereka, Tuhan segerea menghilang dari mereka. Mereka pun segera kembali ke Yerusalem, tempat mereka yang seharusnya. Ketika mereka tiba, mereka bertemu dengan rasul-rasul dan orang-orang yang sedang berkumpul bersama, dan Tuhan menampakkan diri di tengah-tengah mereka. Mereka dengan rasul-rasul dan murid-murid yang lain menikmati penampakan tuhan serta mengalami berkat atas kehadiran Tuhan pertama kali di antara murid-murid lagi setelah kebangkitan-Nya. Ini juga membuktikan pentingnya bersidang bagi kaum beriman.

“ Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat . . . lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus “ ( Kis. 2:1-4 )

Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Dia mengutus Roh Kudus. Roh Kudus terurah ke atas murid-murid ketika mereka sedang berkumpul bersama, sehingga mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus. Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta bukan ke atas murid-murid yang sedang menyendiri, melainkan ke atas murid-murid yang sedang bersidang. Mereka yang tidak hadir pada sidang tersebut kehilangan berkat yang tercurah dari surga, yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sekali lagi, ini memperlihatkan kepada kita pentingnya bersidang.

“ Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita . . . tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat “ ( Ibrani 10:24-25 )

Di sini menunjukkan kepada kita, bahwa bersidang dapat menyebabkan kita saling memperhatikan untuk saling mendorong dalam kasih dan saling menasihati dalam perbuatan baik. Bersidang membuat kita mempunyai persekutuan rohani dengan kaum saleh, menerima suplai hayat dari mereka. Karena itu, janganlah kita menjauhkan diri dari bersidang. Apa lagi kita tahu Tuhan akan segera datang kembali. Hidup kristiani kita bukan seperti kupu-kupu, yang berbuat untuk dirinya sendiri, tetapi seperti domba yang menuntut berkumpul bersama dan menempuh hidup bersidang. Jadi kita perlu bersidang dan bersidang sangat penting bagi kita.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.