Mengenal Sekte-sekte ( Pelajaran Hayat part 13 )

mengenal sekte-sekte

Lima pengenalan besar yang telah dibahas dalam keenam artikel terdahulu merupakan hal-hal positif yang harus kita ketahui.  Kesemuanya itu adalah kebenaran yang mendasar yang diwahyukan oleh alkitab. Namun, dikarenakan kemerosotan dan kegersangan gereja, maka kita juga perlu mengenali hal-hal negatif yang paling mendasar atas kegersangan gereja, yaitu masalah perpecahan, yang disebut juga sekte-sekte atau denominasi-denominasi, yang kita hadapi dalam kekristenan dewasa ini.

Apakah Kristus terbagi-bagi?

“ Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu . . . bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? “ ( 1 Kor. 1 : 10-13 )

Pada masa itu, dalam gereja di Korintus sedang dilanda perpecahan. Sekelompok orang mengaku dari golongan Paulus, kelompok lain mengaku dari golongan Apolos, yang lainnya mengaku dari golongan Kefas ( Petrus ), dan masih banyak lagi yang menganggap dirinya lebih unggul dari yang lain sehingga mengaku dari golongan Kristus. Itulah sebabnya mereka ditegur keras oleh rasul Paulus yang telah memimpin mereka kepada keselamatan dan membangun mereka sebagai gereja. Paulus bertanya kepada mereka, “ adakah Kristus terbagi-bagi? “ Sesungguhnya Kristus tidak pernah dan tidak mungkin terbagi-bagi. Tetapi mereka yang telah percaya dan dibaptis ke dalam Kristus telah terpecah satu dengan yang lainnya. Alangkah berdosa kepada Kristus bila membelah-belah tubuh-Nya, memisah-misahkan gereja yang esa, yang telah ditebus oleh tumpahan darah-Nya, ke dalam berbagai sekte.

Lebih lanjut, rasul Paulus bertanya kepada kaum beriman Korintus yang terpecah-pecah, “ Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? “ Tentu tidak! Paulus tidka mati demi menggenapi penebusan bagi mereka, mereka juga tidak dibaptis dalam nama Paulus. Kristuslah yang mati demi menggenapi penebusan bagi mereka, dan ke dalam Kristuslah mereka dibaptis. Tapi mengapa mereka mengatakan, bahwa mereka dari golongan Paulus? Demikian pula hari ini mereka yang telah ditebus oleh Kristus dan dibaptis ke dalam Kristus, mengatakan bahwa mereka dari golongan Lutheran, atau dari golongan Wesley, atau dari golongan gereja baptis, atau dari golongan gereja prebiterian, dan lain-lain. Di sini Paulus menegur dan mengecam tajam orang-orang Kristen yang terpecah-pecah itu, menyalahkan semua perpecahan, sekte-sekte, dan denominasi-denominasi dalam kekristenan hari ini.

Tubuh Kristus itu Unik

“ Satu Tubuh dan satu Roh . . . Satu Tuhan . . . Satu Allah “ ( Efesus 4 : 4-6 )

Kristus tidaklah terpecah pecah, karena itu tidak seharusnya orang-orang Kristen milik Kristus terpecah ke dalam sekte-sekte. Apalagi Tubuh Kristus itu unik, maka orang-orang Kristen yang adalah anggota-anggota tubuh unik ini tidak seharusnya terpecah ke dalam berbagai sekte. Kita seharusnya hanya mau Tubuh Kristus yang unik, tidak mau macam-macam sekte buatan manusia.

Dalam Tubuh Kristus hanya ada satu Roh; dan Tubuh-Nya ini hanya memiliki satu Tuhan, yaitu satu kepala. Lagipula, semua anggota Tubuh-Nya dilahirkan kembali oleh satu Allah dan Bapa, dan satu Allah Bapa inilah yang berhuni di dalam mereka. Allah Trinitas ini telah berbaur menjadi satu dengan semua kaum beriman, dan esensi keesaan ilahi dalam kaum beriman telah menyusun mereka ke dalam tubuh yang tak terpecah. Roh adalah hayat yang sama-sama mereka miliki, mana mungkin satu tubuh mempunyai dua hayat atau lebih? Tuhanlah satu-satunya Kepala yang sama-sama mereka miliki, mungkinkah satu tubuh memiliki dua kepala atau lebih? Allah itu Bapa yang sama-sama mereka miliki yang melahirkan mereka, apa mungkin anak-anak Allah memiliki dua Bapa atau lebih? Bukankah sangat ganjil dan tidak masuk akal, jika satu tubuh memiliki lebih dari satu hayat, atau memiliki lebih dari satu kepala, atau anak-anak dari satu rumah tangga memiliki lebih dari satu bapa!

1 kor 1 12

Namun hal-hal yang ganjil dan tidak masuk akal itu, telah didirikan, didukung, dihargai, dan dipromosikan oleh mayoritas orang Kristen! Tak seorang pun dari pencinta Tuhan atau mereka yang mengenal hati Tuhan dan kebenaran Alkitab boleh melakukan hal ini! Sebaliknya, mereka harus mencontoh rasul Paulus, mengecam dan menolak perkara yang sangat berdosa kepada Kristus, yang sangat melukai hati Allah, dan mendukakan Roh Kudus.

Sekte-Sekte Berasal dari Daging

“ Perbuatan daging telah nyata, yaitu . . . kepentingan diri sendiri, percekcokan, perpecahan, kedengkian . . . “ ( Galatia 5 : 19-21 )

Dalam bahasa Gerika, istilah untuk perpecahan sama dengan istilah untuk bidah ( Heresy / hairesis ), berarti melabelkan sesuatu yang baru agar kelihatan berbeda, yang menghasilkan partai atau golongan yang menonjol – sekte.

Ayat-ayat ini dengan jelas memberi tahu kita, bahwa sekte-sekte berasal dari daging manusia. Ayat-ayat ini juga memperlihatkan kepada kita, bahwa sebelum menjadi sekte, pasti terlebih dulu ada kepentingan diri sendiri, percekcokan, perpecahan. Setelah muncul sekte-sekte, timbullah kedengkian dan iri hati. Sungguh memalukan! Bukankah demikian keadaan kekristenan dewasa ini? Tidakkah kita harus menolak pekerjaan daging dengan menaati Roh Kudus dalam batin kita yang menguduskan kita?

Menolak Perpecahan

“ Seorang yang menyebabkan perpecahan, apabila sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkaku jauhi “ ( Titus 3 :10 )

Dalam memerangi perpecahan di antara orang Kristen, Paulus menyampaikan kepada sekerjanya yang muda suatu pesan yang tegas dan berani, yang juga ditujukan kepada kita, supaya menolak orang yang memecah belah, yang sudah cukup dinasihati dalam kasih. Ini berarti menolak perpecahan tanpa segan dan tanpa kompromi sesuai dengan keinginan hati Allah dan kebenaran Alkitab, agar Tubuh Kristus tidak mengalami kerugian dan kebenaran Allah tidak ternoda.

Faktor Pembentuk Sekte

Tiga unsur utama berikut adalah fakto-faktor penyebab orang-orang Kristen ( tidak termasuk mereka yang tidak memiliki nama ) terpecah-pecah sehingga menjadi sekte-sekte.

Pengakuan Iman yang Khusus

Iman yang dimiliki bersama oleh orang-orang Kristen itu unik, meliputi Allah Tritunggal, persona dan karya Kristus, yaitu hakiki Kristus, dan apa yang dikerjakan Kristus, serta kewibawaan ilahi Alkitab. Jika selain kebenaran-kebenaran mendalam dari kepercayaan ini ditambah hal-hal lain, seperti cara pembaptisan dan denominasi Baptis, sistem administrasi gereja dari denominasi presbiterian, bahasa lidah dari denominasi Pentakosta, penudungan kepala dan pembasuhan kaki dari kelompok-kelompok lain, ataupun doktrin-doktrin umum mengenai masa dan jumlah pengangkatan, tafsiran nubuat-nubuat, dan pemahaman atas bagian-bagian tertentu Kitab Suci dan menganggap hal-hal itu sebagai kepercayaan orang Kristen, menjadikannya pengakuan iman yang khusus, itu berarti melabelkan sesuatu yang baru agar kelihatan berbeda, itu pasti menimbulkan sekte-sekte.

Persekutuan yang Khusus

Setelah ada pengakuan iman yang khusus, oang-orang Kristen akan terbagi-bagi dalam kelompok yang berbeda, masing-masing berada dalam lingkaran yang berbeda, memiliki persekutuan yang khusus di luar persekutuan umum kaum beriman. Persekutuan-persekutuan khusus ini juga menyebabkan kaum beriman yang mempraktekkannya terbentuk menjadi sekte-sekte yang terpisah dari kaum beriman pada umumnya.

Nama yang Khusus

Pengakuan iman yang khusus tidak hanya mengarah kepada persekutuan yang khusus, tetapi juga melahirkan nama yang khusus, seperti nama aliran atau denominasi tertentu. Nama-nama yang khusus ini, lebih nyata lagi, menyebabkan mereka yang pasang merek terlibat di dalam pembentukan sekte-sekte dengna sebutan tertentu, sehinga timbullah denominasi-denominasi. Denominasi adalah sekte yang memiliki sebuah nama atau merek. Karena itu, orang-orang yang mengenal Tubuh Kristus tidak sepatutnya menggunakan sebutan yang khusus. Kaum beriman seharusnya hanya memiliki nama Yesus Kristus yang unik dan yang agung, tidak seharusnya meninggikan nama lain di samping nama yang agung ini. Bukanlah hal yang mulia bila seseorang menyebut dirinya sebagai orang Kristen dari denominasi tertentu.

Berusaha sekuatnya Memelihara Keesaan Tubuh Kristus

“ Sebab itu aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihatkan kamu supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh [yaitu keesaan Tubuh Kristus] dalam ikatan damai sejahtera “ ( Efesus 4 : 1-3 )

Roh itu, yaitu Roh Kudus yang diam di dalam kita, membuat kita tersusun ke dalam Tubuh Kristus oleh hayat Allah. Tubuh itu satu, maka Roh Kudus yang berhuni dalam tubuh juga satu. Roh Kudus yang satu ini adlaah keesaan dlam Tubuh yang satu ini. Jika kita, kaum beriman, hidup dan bertindak menurut Roh ini keesaan Tubuh Kristus pasti terpelihara. Jika tidak, keesaan ini akan rusak. Dengan status sebagai tawanan demi gereja, rasul Paulus menasihati kita dengna Efesus 4 : 2-3 untuk memelihara kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, saling membantu dalam kasih, oleh ikatan damai sejahtera, dan kebajikan lainnya sehingga hidup dan perilaku kita berpadanan dengan panggilan kita.

Allah memanggil kita supaya kita menjadi anggota Tubuh Kristus. Kalau tindakan kita merugikan dan melukai keesaan Tubuh Kristus, berarti tidak sepadan dengan panggilan Allah. Karen itu kita harus berusaha sekuatnya hidup di dalam Tubuh Kristus, memelihara keesaan Tubuh, tidak terlibat dalam perpecahan, sekte-sekte, atau denominasi-denominasi apa pun.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.