Orang Benar yang Gagal bagian 4 ( Akhir )

orang benar yang gagal

Lanjutan dari bagian 3. Pertama-tama Lot tinggal di luar kota Sodom, hanya di dekat kota Sodom ( Orang benar yang gagal bagian 4 ). Ada orang mungkin masih seperti orang Kristen, masih belum masuk kota Sodom, hanya sampai batas kota, batasannya masih sangat jelas. Tetapi akhirnya, dia tinggal di dalam kota. Ada satu cerita : Ada seorang anak kecil. Ibunya memberinya enam buah permen untuk dimakan esok harinya. Anak ini menaruh permen di hadapannya, tidak berani memakannya. Tidak dimakan, terasa sayang!

Lalu apa yang ia perbuat? Ia menaruh setiap permen di bibirnya, dan menjilatnya. Sekali demi sekali, dengan lidahnya ia menjilati permen itu. Memang permen itu masih tetap bulat, tetapi lama-lama semakin kecil. Kemudian, ia memakan permen itu satu, makan dua, sisa empat, makan tiga, sisa tiga, akhirnya semua dihabiskan. Banyak orang Kristen juga demikian daam hal berbuat dosa. Mengingkari hati nurani sedikit, mengabaikan lagi sedikit, akhirnya pergi mencari kesenangan dunia. Saudara saudari, ketahuilah, setelah sekali berbuat dosa, bukannya tidak bisa berbuat dosa lagi, melainkan setelah berbuat sekali, timbul satu perasaan ketagihan, dan kamu akan berbuat dosa lagi. Setiap kali berbuat dosa, ada dua akibat: pertama, memberi kamu kesenangan dalam dosa; kedua, menimbulkan satu ketagihan dalam dirimu, supaya kamu berbuat dosa untuk yang kedua kali dan seterusnya.

Lot lama-kelamaan masuk ke dalam kota; bisakah kamu tidak masuk ke dalam kota? Kita mengira, kita hanya berbuat dosa sekian banyak, tidak akan masuk ke dalam kota. Ketahuilah, tidak mungkin demikian. Kalau kamu di luar kota Sodom, kamu akan masuk ke dalam kota Sodom. Kalau mau, jangan berbuat dosa; kalau kamu berbuat dosa, amu tidak akan mampu dan tidak akan ada kekuatan menguasai diri untuk hnay berbuat sekian banyak dan tidak berbuat lebih banyak lagi.

Kesudahan Lot

Kejadian 19 : 1, “ Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom. “

Pada masa itu, di negara-negara timur tengah ada kebiasaan yang berbeda dengan pengadilan pada hari ini. Negara-negara itu mengadili segala kejadian di tengah masyarakat di depan pintu gerbang kota. Hakim mereka dipilih dari antara orang-orang yang bersyarat, dan mereka bertugas sebagai tua-tua. Sebagai hakim, mereka duduk di depan pintu gerbang, mengadili perkara-perkara yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kini Lot duduk di depan pintu gerbang. Lot sudah naik pangkat. Ia bukan hanya rakyat biasa atau rakyat jelata di Sodom. Ia telah menjadi hakim. Kedudukan Lot di dunia makin tinggi dan maju, jalan berbuat dosa makin lama akan makin cepat. Lot pertama-tama hanya mendekati Sodom. Akhirnya, ia tinggal di Sodom, bahkan menjadi hakim di Sodom.

Apa akibatnya?

lukas 17 29

Istrinya mati di tengah jalan, anak perempuannya melakukan perzinaan, dan calon menantunya terbakar api dari langit.

Surat 2 Petrus mengatakan, Lot adalah orang benar ( 2:7 ), tetapi ia lupa bahwa ia sudah jatuh ke dalam Sodom. Ia mencucurkan air mata bagi mereka yang jahat, tetapi untuk dirinya sendiri, ia lupa mencucurkan air matanya. Ada orang bisa mencucurkan air mata untuk orang Kristen yang lain, tetapi lupa mencucurkan air mata untuk dirinya sendiri. Melihat dosa-dosa besar orang Sodom, Lot ingin membantu mereka. Tetapi ia tidak sadar, kalau ia tidak mampu. Banyak orang Kristen juga demikian. Mereka sendiri jatuh, tetapi masih menganjuri orang lain agar percaya Tuhan Yesus.

Allah akan memusnahkan Sodom, tetapi Allah mendengarkan doa Abraham, lalu dia malaikat diutus untuk menolong Lot. Kejadian 19 : 12-14 mengatakan, “ Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, nakamu perempuan, atau siapa saja kaummu dikota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutu s kami untu memusnahkannya.” Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: ‘Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.’ Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja. ”

Ini menunjukkan bahwa Lot tidak ada kesaksian di depan menantunya. Menantunya mengira dia hanya berolok-olok kepada mereka: orang mungkin percaya kalau berkata, “ Ada kebakaran. “ Tetapi tidak ada yang akan percaya, kalau mengatakan, “ Ada api yang akan turun dari langit. “ Kalau mengatakan, “ api dari tangki bensin membakar seseorang, “ mungkin orang masih bisa percaya; tetapi tidka ada yang percaya bila kamu mengatakan, “ Api belerang membakar orang. “

Kejadian 19:16, “ Ketika ia berlambat-lambat . . . “

Perkataan ini memberikan gambaran yang jelas. Seolah-olah Lot ingin berkata kepada lembu dombanya. “ Ya lembuku, karena kamu, aku berpisah dengan Abraham; karena kamu, aku memilih lembah Yordan. Ya dombaku, kamu sudah berada di tempatku lima tahun, apakah hari ini aku harus meninggalkanmu? “ Melihat perabot rumahnya, melihat barang-barang kesayangannya, melihat lembu dombanya, melihat gudangnya, mungkin ia berpikir, “ Aku kira, aku bisa tinggal di Sodom selamanya. Aku akan membuat gudang yang lebih besar, untuk menyimpan segala makanan dan hartaku. Kemudian aku akan berkata kepada jiwaku, ya jiwaku, makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah. Apakah hari ini aku secara demikian meninggalkan ini semu? Apakah aku hari ini harus pergi begitu saja? Aku tidak bisa kehilangan begitu banyak barang yang berharga ini! “

Kejadian 19 : 16-17, “ Maka tangannya, tangan istri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: ‘ Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan jangan berhenti di mana pun juga di lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap. ‘”

Inilah bagi mereka setelah malaikat membawa mereka keluar kota. Hari ini kamu di dunia, mungkin uang kamu tidak terlalu banyak, tetapi mungkin kamu seperti Lot, tidak rela meninggalkan dunia. Ada seorang nenek tua yang hanya mempunyai uang seratus ribu. Setiap hari ia menghitung uangnya sepuluh ribu demi sepuluh ribu. Mungkin kita menertawakan nenek itu, karena menganggap dia mata duitan. Tetapi orang yang mempunyai surat-surat berharga sebrankas, ketika dia meneliti surat-surat berharga itu, dan menganggapnya mustika, Allah di surga akan menertawakan dia seperti kita menertawakan nenek tua itu ( Mzm. 59:9 ). Dalam pandangan kita, seratus ribu tidak terlalu berharga; dalam pandangan Allah, surat-surat berharga satu brankas penuh, juga tidak terhitung apa-apa.

Tuhan Yesus segera datang. Pemusnahan Sodom adalah satu lambang pemusnahan yang akan terjadi atas dunia ini. Kalau segala pengharapanmu, baik yang besar maupun yang kecil, akmu tanamkan di dunia ini, pada suatu hari, api dari surga akan memusnahkannya. Pada suatu hari, Allah akan memusnahkan semuanya. Bila hari itu tiba, ingin melarikan diri pun tidak akan sempat, tidak akan ada jalan meloloskan diri. Dengan tegas saya katakan, “ Apa yang tidak rela kamu lepaskan hari ni, harus dilepaskan pada hari itu. Pada saat pengangkatan, Allah hanya mengangkat orang, bukan menyelamatkan barang. “ Sebab itu, hari ini kita harus rela melepaskan barang-barang yang sepatutnya dilepaskan.

Kejadian 19 :26, “ Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. “

Istri Lot ingin meneruskan keinginan suaminya – ia menoleh ke belakang. Walaupun tidak ada lagi barang yang dapat dilihat, menoleh sebentar ke arah api yang menyala tidaklah baik. Apa yang hendak dilihatnya, menunjukkan apa yang tidak rela dilepaskan hatinya. Perbuatannya menoleh ke belakang menyatakan banyak hal dan menyiratkan banyak perasaan dalam batin. Begitu menoleh, menjadi tiang garam, dan menjadi peringatan serius bagi kita, bahkan sampai hari ini!

Tuhan berkata, “ Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak manusia dinyatakan . . . ingatlah akan istri Lot! “ ( Luk. 17 : 29-30, 32 )

Ketika Tuhan datang lagi, dunia juga akan dihakimi, dan semua barang di bumi akan dibakar habis. Orang yang mengasihi dunia akan tertinggal di bumi, sama seperti istri Lot yang menjadi tiang garam, tertinggal di bumi.

Saudara saudari, saya khawatir, kita terlalu memperhatikan perkara yang sia-sia dan lupa memperhatikan perkara yang kekal. Mungkin kita terlalu sibuk dengan kegiatan sosial, terlalu sibuk mendidik anak, terlalu sibuk dalam bisnis, semua itu sudah sepatutnya. Tetapi, hal-hal yang kekal juga perlu diperhatikan. Saudara saudari, khususnya yang masih muda, jalanmu masih panjang. Kalau Tuhan berlambatan, marilah kita memilih jalan yang seharusnya kita tempuh. Semoga kita hari ini memperhatikan apa yang berharga, apa yang berasal dari Allah, apa yang bertaham sampai kekal. Semoga kemuliaan kita bukan pada hari ini, agar kita belajar mendekati Allah, dan agar kita baik-baik menempuh jalan yang di depan.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.