Orang Benar yang Gagal bagian 1

orang benar yang gagal

Dalam artikel ini, saya akan membahas satu judul : “ Orang Benar yang Gagal “. Artinya, orang ini gagal, tetapi dia juga orang yang benar. Ada orang benar yang menang, ada orang benar yang gagal. Kita harus menjadi orang benar yang menang dengan menerima peringatan dari peristiwa orang benar yang gagal ini. Siapakah orang benar yang gagal ini? Kita akan melihat dari ayat-ayat Alkitab yang akan kita baca.

2 Petrus 2 : 6-8 mengatakan, “ Allah menghukum Kota Sodom dan Gomora, dan memusnahkannya dengan api dan menjadikannya peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tidak mengenal hukum dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja – sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa. “

Jiwa Lot adalah jiwa yang benar. Orangnya adalah orang yang benar. Melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan dan perkara-perkara yang tidak benar, hari demi hari jiwanya merasa tersiksa. Kalau dia orang yang demikian, megnapa disebut orang benar yang gagal?

Kita harus mengetahui siapakah Lot. Lot bukanlah seorang yang ternama dan luar biasa. Lot bisa terkenal karena mempunyai seorang paman yang terkenal, yaitu Abraham. Pamannya adalah orang terkenal, karena itu ia juga ikut terkenal. Mari kita melihat Kitab Kejadian untuk melihat orang macam apakah Lot.

Permulaan Lot

Kejadian 11:31 mengatakan, “ Lalu Terah membawa Abraham, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, istri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke Tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. “

Kalau kita membaca lagi Kisah Para Rasul 7, kita akan mengetahui, ketika Abraham di Mesopotamia, sebelum ia tinggal di Haran, Allah sudah menampakkan diri kepadanya. Allah memanggil dia untuk meninggalkan negeri dan sanak saudaranya, pergi ke negeri yang akan ditunjukkan-Nya kepadanya. Lalu Abraham meninggalkan Ur-Kasdim menuju ke Kanaan. Namun ketika ia meninggalkan Ur-Kasdim, ayahnya juga ikut. Bukan hanya ayahnya yang mengikuti dia, keponakannya, Lot, juga mengikuti dia. Boleh dikatakan, Lot seperti seorang anak atau adik kecil dalam satu keluarga yang beriman. Karena pamannya berkata bahwa Ur-Kasdim adalah tempat yang moralnya tidak benar, yang dihukum Allah, dan mereka harus pergi ke Kanaan, karena Allah telah memanggil mereka meninggalkan Ur-Kasdim, lalu Lot mengikuti pamannya, meninggalkan Ur-Kasdim, pergi ke Kanaan.

Menurut catatan ahli sejarah, semula rumah Abraham adalah satu rumah pembuat berhala; mungkin ayah Abraham mencari nafkah dengan pekerjaan itu. Yosua 24 mengatakan bahwa Abraham dibawa keluar dari rumah penyembah berhala. Karena Lot mendengar pamannya berkata bahwa dia ingin memisahkan diri dari dunia, dan tidak mau menempuh hidup dengan sembarangan, dia pun mengikuti pamannya dan meninggalkan Ur-Kasdim.

Saudara saudari, hari ini mungkin bukan kamu yang terlebih dulu mendengar panggilan Allah. Mungkin kakekmu, ayahmu, ibumu, istrimu, atau pamanmu telah mendengarkan panggilan Allah, lalu membawa kamu keluar. Lot sendiri tidak mendengar panggilan Allah. Pamannyalah yang mendapat dan mendengar panggilan Allah. Itulah sebabnya dia mengikuti pamannya pergi. Mungkin ayahmu percaya lebih dulu, mungkin kakakmu percaya lebih dulu, atau mungkin istri/suamimu percaya lebih dulu, kemudian kamu juga ikut percaya. Kamu sama dengan Lot! Kalau dalam keluargamu sudah ada yang percaya Tuhan, dan kamu tidak mengikuti, itu salah. Kalau kamu ikut, itu sangat baik sekali. Ada orang  mengikuti ibunya atau ayahnya percaya Tuhan, itu baik. Tetapi sayang, banyak orang yang dirinya sendiri tidak mengenal Allah. Kakekmu percaya, pamanmu percaya, tetapi kamu sendiri tidak mengenal Allah. Ini adalah satu perkara yang patut disayangkan.

Pilihan Lot

Lot itu baik! Dia bukan hanya mengikuti pamannya, dia sendiri adalah orang yang benar. Abraham seperti orang beriman yang senior dan Lot adalah orang beriman yang junior. Sebagai sanak saudara, juga sebagai teman seperjalanan, mereka seharusnya baik sekali. Permulaan mereka berdua sangat baik, tetapi di kemudian hari mereka berpisah. Mengapa mereka berpisah? Mari kita lanjut ke ayat Alkitab selanjutnya.

Kejadian 13 : 5-6, “ Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. “

Bersama-sama menderita itu mudah, tetapi bersama-sama makmur dan bahagia itu cukup sulit. Dua orang bersama-sama keluar dari Ur-Kasdim, bersama-sama pergi ke Kanaan, itu sungguh baik. Allah memberkati mereka, sehingga harta benda mereka bertambah banyak. Mereka makin kaya, tetapi masalah pun muncul. Tempat itu tidak cukup luas bagi mereka berdua untuk tinggal bersama. Lembu dan domba juga memerlukan rumput. Abraham dan Lot memang tidak bersengketa secara langsung, tetapi hamba-hambanya angkat suara.

Kejadian 13 : 7, “ Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. “

Anak buah mereka mulai bertengkar. Yang satu berkata, “ Dombaku, lembuku haru makan rumput di sini. “ Yang lain juga berkata, “ Dombaku, lembuku juga harus makan rumput yang di sini. “ Mereka tidak bisa tinggal bersama-sama, karena hartanya terlalu banyak. Hari ini, banyak sekali orang yang bisa bersama-sama meninggalkan Ur-Kasdim, tetapi setelah sampai di Kanaan tibul masalah.

Di sini, saya juga akan menyinggung beberapa tempat yang oleh Alkitab dipakai untuk melambangkan dunia. Ur-Kasdim melambangkan kekacauan dunia. Sodom dan Gomora melambangkan kenikmatan dunia. Mesir melambangkan dunia dibawah kuasa Iblis. Ketiga tempat ini semuanya melambangkan dunia. Tetapi masing-masing mempunyai ciri-ciri yang khusus.

Lot meninggalkan Ur-Kasdim yang kacau balau, tetapi setelah sampai di Kanaan, ada sesuatu yang tidak rela ia lepaskan. Orang Kristen juga demikian. Setelah percaya Tuhan, mereka mungkin tidak rela meletakkan ketenaran dalam kerohanian; tidak rela kehilangan kedudukan dalam pekerjaan. Dulu, di dunia mereka berebut reputasi, kini di gereja mereka berebut mendapatkan kedudukan. Dulu dalam profesi mereka berebut keuntungan, kini di gereja mereka juga berebut keuntungan.

Kejadian 13 : 8-9, “ Maka berkatalah Abram kepada Lot; ‘Janganlah kiranya ada perkelahian anrata aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri. ‘“

Salah satu sebab kejatuhan orang Kristen adalah tidak tinggal bersama orang Kristen yang lain. Begitu kamu merasa tidak bisa tinggal bersama orang Kristen lain, begitu kamu tidak bisa berhubungan dengan orang Kristen yang lain, begitu kamu berkata, bahwa orang yang percaya Tuhan mashi tidak sebaik keluargamu, begitu kamu takut melihat orang Kristen lainnya, semua itu membuktikan bahw kerohanianmu sedang sakit. Begitu kamu tidak bisa berhubungan secara baik dengan orang Kristen lainnya, saat itu juga kamu gagal.

Semua kesalahan ada di pihak Lot. Abraham adalah kepala keluarga, Lot adalah anak muda. Lot mendapat harta juga karena pamannya. Ia seharusnya tidak membiarkan para hambanya bertengkar dengna para hamba Abraham. Abraham sendiri tidak mau bertengkar, Abraham adalah pemenang. Lot seharusnya berkata, “ Lembu dombaku boleh mati kelaparan, tetapi aku tidak boleh meninggalkan pamanku. Hanya sekeluarga ini yang percaya di Kanaan, bagaimana aku bisa meninggalkannya? “ Tetapi Lot tidak berpikiran demikian. Ia merasa lembu domba mendapatkan makanan lebih penting daripada dia mendapatkan makanan. Lebih baik kehilangan persekutuan dengan paman daripada kehilangan lembu domba. Lebih baik kerohaniannya tidak terbina daripada kehilangan harta benda. Lebih baik kehilangan pamannya, Abraham, daripada kehilangan seekor ternaknya. “ Karena hari ini paman sudha menyuruhku memilih, maka aku akan memilih yang terbaik. “ Demikianlah Lot menentukan pilihannya.

kejadian 13 10

Lihatlah, benda yang pertama masuk adalah harta. Orang muda yang baru percaya Tuhan sangat berani. Pamannya pergi, dia juga ikut pergi. Sejangka waktu kemudian, setelah mengecap rasa dunia, sepertinya iman kepada Tuhan boleh disingkirkan, persekutuan dengan orang Kristen lain boleh diabaikan. Lot melayangkan pandangan dan melihat bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya. “ Dia tidak peduli, lembu domba Abraham ada rumput untuk dimakan atau tidak, dia hanya mempedulikan lembu dombanya sendiri.

Saudara saudari, saya tidak ingin bertanya, sudah berapa lama kamu percaya Tuhan; saya hanya memberi tahu kamu bahwa hari ini Allah telah membentangkan dua jalan di depan kamu. Hari ini Allah menaruh dunia di depanmu, Allah juga menaruh Tanah Kanaan di depanmu. Allah hendak melihat bagaimana kamu memilih!

Bersambung ke Orang Benar yang Gagal bagian 2 . . .

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.