Mengenal gereja ( Pelajaran Hayat, part 12 )

mengenal gereja

Gereja adalah sasaran yang ingin Allah dapatkan dalam ekonomi kekal-Nya. Setiap orang di antara kita yang telah beroleh selamat berbagian dalam sasaran ini, agar Allah mendapatkan dambaan hati-Nya sesuai dengan perkenan-Nya. Itulah sebabnya kita juga harus mengenal gereja.

Mengenal Gereja, Apakah Gereja itu?

Jemaat yang dipanggil keluar

“ Di atas batu karang ini Aku [Kristus] akan mendirikan gereja-Ku “ ( Matius 16 :18 )

Gereja adalah yang hendak didirikan Kristus melalui kematian, kebangkitan, dan keterangkatan-Nya. Istilah “ gereja “ dalam bahasa Gerikanya ialah “ Ekklesia “, artinya “ jemaat yang dipanggil keluar “. Jadi, menurut makna harafiahnya ialah jemaat yang Allah panggil keluar dari dunia. Bukan gedung atau rumah kebaktian, bukan pula prasarana yang digunakan untuk menyembah Allah.

Tubuh Kristus

“ Gereja yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu “ ( Efesus 1 : 23 )

Gereja adalah Tubuh yang memiliki Kristus sebagai Kepala, yang terbentuk dari semua orang yang telah percaya ke dalam Kristus, di dalam hayat dan Roh-Nya, adalah sesuatuyang hidup, bukan sesuatu yang mati seperti organisasi-organisasi atau asosiasi-asosiasi dalam masyarakat.

Tubuh adalah kepenuhan seseorang dan merupakan ekspresi orang itu. Demikian pula gereja adalah kepenuhan Kristus sebagai ekspresi-Nya. Karena Kristus adalah persona yang tidak terbatas, yang luas, memenuhi segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu, maka Ia membutuhkan satu Tubuh yang besar dan agung untuk dijadikan kepenuhan diri-Nya yang memenuhi segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu, agar Ia terekspresi di atas segalanya.

Jodoh Kristus

“ Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi gereja dan telah menyerahkan diri-Nya baginya “ ( Efesus 5 : 25 )

Ayat ini menyatakan bahwa gereja adalah jodoh Kristus. Sebagai tubuh Kristus, gereja menerima hayat-Nya demi mengekspresikan dia, ini adalah masalah hayat. Sebagai jodoh Kristus, gereja menerima kasih-Nya demi memuaskan perkenan hati-Nya, ini adalah masalah cinta kasih.

Rumah Allah

“ Engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran “ ( 1 Tim 3 : 15 )

Terhadap Kristus, gereja adalah Tubuh-Nya juga jodoh-Nya; terhadap Allah, gereja adalah rumah-Nya. Pada satu pihak rumah ini mengacu kepada tempat kediaman Allah, pada pihak lain, rumah ini mengacu kepada keluarga atau rumah tangga Allah. Keduanya, baik rumah tangga maupun tempat kediaman Allah, adalah satu. Rumah tangga Allah ialah rumah yang dihuni oleh allah ( Ef. 2 : 19,22 ). Rumah seseorang adalah tempat seseorang hidup, tinggal, dan mendapatkan perhentian. Gereja sebagai rumah Allah juga demikian. Hari ini di bumi, Allah hidup, tinggal, dan mendapatkan perhentian di dalam gereja.

Allah itu hidup, gereja sebagai rumah-Nya juga hidup, memiliki hayat Allah, bahkan hidup, tinggal, dan memiliki perhentian bersama Allah. Karena itu, rumah Allah yang hidup merupakan segala realitas-Nya, yakni tiang penopang dan dasar kebenaran alam semesta. Segala sesuatu dari Allah yang hidup ini adalah realitas alam semesta. Tanpa Dia, alam semesta menjadi kosong melompong dan sia-sia; segala realitas-Nya ditopang dan ditunjang oleh gereja, yaitu rumah-Nya yang hidup.

Manusia baru

“ Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui . . . menurut gambar Pencipta-Nya; dalam hal ini [dalam manusia baru] tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu “ ( Kolose 3 : 10-11 )

Sebagaimana semua umat manusia adalah ciptaan lama yang korporat dalam Adam, gereja juga adalah manusia baru yang korporat. Setelah di atas salib menyingkirkan peraturan-peraturan yang menyebabkan ketidakrukunan antar umat manusia, Kristus lalu satu manusia baru di dalam diri-Nya ( efesus 2 : 14-15 ). Manusia baru ini memiliki gmabar Penciptanya, yaitu Kristus yang menjadi hayat dan isinya. Dalam manusia baru ini tidak ada manusia lama dengan suku, agama, kebudayaan, atau jenjang sosialnya. Hanya Kristus semata sebagai kadar tiap unsur dalam manusia baru ini dan juga di dalam semuanya. Gereja, Tubuh Kristus, berhayatkan Kristus untuk ekspresi-Nya; gereja sebagai manusia baru berpersonakan Kristus, untuk mengenapkan kehendak Allah.

1 tim 3 15

Unsur Pembangun Gereja

“ Jemaat [gereja] Allah . . . mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus “ ( 1 Kor. 1 : 2 )

Gereja tersusun dari orang-orang yang sudah beriman kepada Kristus dan yang memiliki hayat-Nya. Mereka yang belum percaya dan yang belum beroleh selamat, mustahil menjadi unsur pembangun gereja. Tanpa diselamatkan, sekalipun famili terdekat kita, bukanlah unsur pembangun gereja. Setelah seorang beroleh selamat dan memiliki hayat Tuhan, menjadi orang kudus, barulah ia menjadi unsur pembangun gereja.

Dua Aspek Gereja

Aspek Universal

“ Di atas batu karang ini Aku [Kristus] akan mendirikan gereja-Ku “ ( Matius 16 : 18 )

Gereja yang disinggung Tuhan dalam ayat ini adalah di aspek universalnya, satu-satunya, dan meliputi semua orang yang sudah percaya kepada-Nya sepanjang zaman dan di mana saja.

Aspek Lokal

“ Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada gereja “ ( Matius 18 : 17 )

Gereja yang disebut Tuhan di sini, adlah di aspek lokalnya, berjumlah banyak, dan setiap orang beriman lokal bisa berbicara dengannya. Sesuai dengan aspek lokalnya, gereja muncul di tiap lokal. Setiap Gereja lokal melibatkan orang-orang yang telah percaya Kristus di masing-masing lokal.

Mengenai nama Gereja

Tak punya nama Khusus

Gereja itu unik, karena itu tak perlu memakai nama khusus. Gereja adalah gereja, tidak seharusnya dibagi menjadi bermacam-macam denominasi. Misalnya gereja Presbiterian, gereja Lutheran, gereja Baptis, dan lain-lain. Medenominasikan gereja semacam itu adalah tindakan yang berlebihan dan menyimpang dari wahyu Alkitab.

Dinamai menurut lokalitas atau kota

Meskipun gereja unik dalam alam semesta, namun manifestasi lokalitasnya banyak. Gereja-gereja lokal itu tidak ada perbedaan pada sifat hakikinya; perbedaan mereka hanyalah letak lokalitas mereka saja. Sehingga kita boleh memberi sebutan gereja dengan nama lokal atau kota yang bersangkutan. Seperti gereja di Yerusalem ( Kis. 8 : 1 ), gereja di Antiokhia ( Kis 13 : 1 ), ketujuh gereja di Asia kecil ( Wahyu 1: 4,11 ).

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.