Mengenal Allah Yang Benar ( Pelajaran Hayat 1 part 7 )

mengenal Allah

Allah adalah yang terutama diwahyukan di dalam Alkitab, karena Dialah permulaan segala sesuatu. Segala sesuatu. Segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta berasal dan dimulai dari Dia. Allah juga merupakan isi pokok alkitab, dari kitab yang pertama sampai kitab yang terakhir. Dia menciptakan kita, melahirkan kembali kita dan berhubungan erat dengan hayat dan hakiki diri kita. Itulah sebabnya kita wajib mengenal Allah terlebih dahulu.

I. Semua berhala adalah ilah palsu

1. ” Berhala-berhala mereka dari emas dan perak, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, dari mulutnya tidak keluar napas ” ( Mzm. 135:15-17 )

Menurut ayat-ayat ini, semua berhala adalah palsu dan bukan Allah yang sejati.

2. ” Kita tahu : tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain selain Allah yang esa. Sebab sungguh pun ada apa yang disebut ” ilah”, . . . dan memang benar ada banyak “ilah” dan banyak “tuhan” yang demikian namun bagi kita hanya ada satu Allah saja ” ( 1 Kor. 8:4-6 )

ayat-ayat ini jelas menerangkan, bahwa Allah itu benar dan esa, maka semua berhala tidak terhitung apa-apa dan ilah-ilah lain bukanlah Allah.

3. ” Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan . . . dari orang-orang yang membenci Aku ” ( Kel. 20:5 )

Ayat ini mengatakan, bahwa Allah yang esa dan benar ini adalah Allah yang cemburu, yang membenci berhala-berhala dan akan menghukum dosa penyembah-penyembah berhala.

II. Mengenal Allah yang Sejati

1. ” Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah ” ( Yes. 45:5 )
2. ” Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tidak nampak dan yang esa! Amin ” ( 1 Tim. 1:17 )
3. ” Bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar ” ( 1 Tes. 1:19 )

Ketiga ayat ini mewahyukan dengan tegas dan mantap kepada kita, bahwa Allah itu satu-satunya Yehova ( TUHAN ), yang kekal, yang tidak nampak dan tetap ada sampai selama-lamanya. Selain Dia, tidak ada Allah lain yang sejati.

III. ELOHIM – Sang Mahakuasa Yang Setia

1. ” Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi ” ( Kej. 1:1 )

Dalam bahasa Ibraninya, kata ” Allah ” adalah ” Elohim “. Inilah gelar ilahi yang pertama-tama digunakan dalam Alkitab untuk mewahyukan Allah, yang artinya ” Sang Mahakuasa yang Setia “. Ini membuktikan bahwa Allah yang benar, yang kita sembah menurut Alkitab bukan hanya mahakuasa, tetapi juga setia. Dialah Sang Mahakuasa, karena itu mampu menciptakan langit, bumi, segala sesuatu, dan manusia, yang asalnya tidak ada menjadi ada. Dia adalah setia, karena itu dapat diandalkan,tidak pernah berubah dan bergeser. Pekerjaan yang Ia kerjakan berdasarkan kasih setia-Nya, kekal seperti matahari dan seperti bulan. ( Mzm. 89:34-38 ).

IV. YEHOVA – AKU ADALAH, Yang Ada dan Kekal Ada

1. ” Kata Allah, “Aku adalah AKU ADA. Inilah yang harus kaukatakan kepada bangsa Israel, Dia yang disebut AKU ADA, sudah mengutus saya kepada kamu. Kabarkanlah juga kepada mereka bahwa Aku, TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, mengutus engkau kepada mereka. Akulah TUHAN, itulah nama-Ku untuk selama-lamanya. Itulah sebutan-Ku untuk semua bangsa turun-temurun ” ( Kel. 3:14-15 )

Di sini dengan jelas dan tegas Allah mengatakan kepada Musa, bahwa nama-Nya adalah YEHOVA ( TUHAN ). Yehova merupakan gelar ilahi utama kedua yang digunakan Alkitab untuk mewahyukan Allah. Artinya: Aku adalah yang ada dan kekal ada. Aku adalah yang ada sejak azali, kini, hingga abadi; mengindikasikan bahwa Dia itu SANG AKU ADALAH, kecuali Dia tidak ada satu pun yang adalah. Dialah sang ADALAH yang memang ada dan kekal ada, yang azali, yang kini, dan yang abadi. Segala sesuatu dalam alam semesta adalah sia-sia dan bukan apa-apa. Hanya Dia yang adalah, yang ada sampai selama-lamanya, dan hanya Dialah realitas. Dia merupakan segala sesuatu bagi umat yang diciptakan dan dimiliki-Nya. Apa saja yang mereka butuhkan, Dia adalah yang mereka butuhkan itu.

yesaya 45 5

V. Allah Tritunggal

1. ” Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ” ( Kej. 1:26 )

Istilah “Allah” di sini juga “Elohim”, tapi dalam bentuk jamak, menyatakan bahwa Allah sang Elohim ini adalah Allah Tritunggal, yang kelak akan diwahyukan dalam Alkitab. Itulah sebabnya dalam kejadian 1, Allah menyebut diriNya “Kita” dan selanjutnya Allah berulang kali dalam Alkitab Menyrbut diri-Nya “Kita” ( Kej. 3:22; 11:7; Yes. 6:8; Yoh. 17:21-22 ). Ayat-ayat tersebut menyatakan, bahwa meskipun Allah itu Mahaesa. Ia juga beraspek tiga. Dia adalah Allah Tritunggal.

2. ” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Allah ” ( Mat. 28:19 )

Setelah Kristus bangkit dan menggenapkan semua proses yang Allah inginkan agar Ia lalui, di sini dibentangkan dengan jelas bahwa allah sejati yang unik itu adalah tritunggal, Bapa, Anak (Putra), dan Roh. Sekalipun Bapa, Putra, Roh itu tiga dan berbeda, tapi Mereka adalah Allah yang mahaesa. Meskipun nama dalam ayat ini untuk ketiganya: Bapa, Putra, dan Roh, namun berbentuk tunggal, menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan antara Mereka, ketiganya tetap Allah yang Mahaesa.

3. ” Hanya Dia [Putra] yang datang dari Allah. Dialah yang telah melihat Bapa ” ( Yoh. 6:45 ). ” Aku [Putra] datang dari Dia ” ( Yoh. 7:29 )

Dalam kedua ayat ini, Kristus, Putra Allah, mengatakan bahwa Dia datang dari Bapa, membuktikan bahwa Bapa itu sumber.

4. ” Aku [Putra] datang dari Dia [Bapa] ” ( Yoh. 7:29 )

kata “dari” dalam bahasa Gerikanya mengandung makna ” datang bersama dengan “. Berarti Putra bukan datang sendirian dari Bapa, melainkan datang bersama dengan Bapa. Sewaktu Ia datang ke bumi, Ia membawa serta Bapa, dan bapa datang bersama Dia.

5. ” Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya ” ( Yoh. 1:18 )

Ini menjelaskan, bahwa Putra yang membawa serta Bapa adalah manifestasi Bapa. Bapa sebagai sumber, Putra sebagai manifestasi Bapa. Bapa sebagai sumber, Putra sebagai manifestasi. ” Aku [Putra]dan Bapa adalah satu ” ( Yoh. 10:30 )

6. ” Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran . . . dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak kaan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu . . . dan Aku di dalam kamu ” ( Yoh. 14:16-20 )

Bagian ini memperlihatkan bahwa Roh adalah perwujudan Putra untuk menjadi realitas Putra, yang datang untuk diam bersama murid-murid dan tinggal di batin mereka. Dia di dalam murid-murid adalah Putra di dalam mereka. Roh itulah Putra yang datang dan masuk. Ini menunjukkan Putra dan Roh juga esa. Bapa ialah sumber, Putra ialah manifestasi Bapa, Roh ialah Putra yang datang dan masuk bersama-sama Bapa. Ketiganya ini adalah Allah yang esa, yang telah dimanifestasikan dari sumber, yang datang ke tengah-tengah manusia serta mendatangi murid-murid untuk masuk ke dalam mereka. Ini menyatakan bahwa Allah adalah tritunggal yang bertujuan menggarapkan diri-Nya ke dalam orang-orang yang percaya kepada Putra, menjadi hayat dan segala mereka, serta menjadi kenikmatan ilahi mereka.

7. ” Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian ” ( 2 Kor. 13:13 )

Demikianlah berkat yang diucapkan rasul Paulus kepada kaum beriman agar mereka bisa menikmati perawatan tiga ganda dari Allah Tritunggal dalam kasih, anugerah, dan persekutuan. Kasih Allah Bapa menjadi anugerah Kristus ( Allah Putra ), dan dalam persekutuan Allah Roh, menjadi berkat dan kenikmatan sehari-hari kaum beriman.

8. ” Jikalau Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran [Realitas] yang keluar dari Bapa ” ( Yoh. 15:26 )

Kata “dari”, seperti yang telah diterangkan sebelumnya, berarti “datang bersama dengan”. Roh Realitas yang diutus oleh Putra dan dari Bapa, sesungguhnya datang bersama dengan Bapa. inilah buktinya bahwa Roh Kudus bukan sekadar esa dengan Bapa, tetapi juga esa dengan Putra, yang esa dengan Bapa. Ketiganya, Bapa, Putra, dan Roh, serentak ada dari kekekalan sampai kekekalan, tidak ada yang di depan ataupun yang di belakang.

9. ” Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku ” ( Yoh. 14:10 )

Ini menunjukkan kepada kita, bahwa Bapa, Putra, dan Roh tidak hanya serentak ada, juga saling huni. Serentak ada menyatakan perbedaan, sedangkan saling huni menyatakan pembauran yang esa. Tegaslah bahwa meski ada perbedaan di antara ketiga-Nya, yaitu bapa, Putra dan Roh, Mereka tetap adalah Allah yang esa; Mereka itu tiga tapi esa, ketiganya adalah esa. Ayat-ayat berikut ini menguatkan hal tersebut:

1. ” Sebab seroang bayi telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita . . . dan nama-Nya disebutkan orang . . . Allah yang perkasa, Bapa yang kekal ” ( Yes. 9:5 )

Jelas disini Putra disebut Bapa, membuktikan Putra dan Bapa itu esa.

2. ” Tuhan [Yesus Kristus] adalah Roh ” ( 2 Kor. 3:17 )

Kalimat ini mengatakan dengan jelas, bahwa Kristus Putra adalah Roh. Putra dan Roh itu esa.

Alkitab mewahyukan bahwa Allah yang sejati adalah Mahaesa. Dia esa pun tiga: Bapa, Putra, dan Roh; Mereka itu berbeda, tapi adalah Allah yang mahaesa.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.