PH1, part 6 Membaca Alkitab bagian 2

membaca alkitab

V. Bagian-bagian Alkitab

Seluruh Alkitab terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama disebut Perjanjian Lama, dan bagian kedua disebut Perjanjian Baru.

A. Perjanjian Lama

Adalah bagian pertama Alkitab, terdiri dari 39 kitab yang terbagi menjadi

1. Kitab-kitab Taurat

Meliputi 5 kitab, dari kejadian sampai kitab Ulangan, disebut kitab-kitab Taurat, sebab berisi perintah-perintah, undang-undang, dan hukum-hukum yang membentuk Taurat.

2. Kitab-kitab Sejarah

Seluruhnya 12 kitab, mulai kitab Yosua sampai kitab Ester, mencatat sejarah angsa Israel, mulai dari masuknya mereka ke tanah Kanaan sampai kembalinya mereka dari pembuangan. Sebab itu, kitab-kitab ini disebut kitab-kitab sejarah.

3. Kitab-kitab Kidung

Meliputi 5 kitab, yaitu dari kitab Ayub sampai kitab Kidung Agung, memuat berbagai pengalaman rohani yang berbeda-beda dari umat Allah yang ditulis dalam bentuk puisi.

4. Kitab-Kitab Para Nabi

Meliputi 17 kitab, mulai dari kitab Yesaya sampai Maleakhi, ditulis oleh nabi-nabi, isi pokoknya ialah nubuat-nubuat mengenai bangsa Israel, bangsa kafir, dan Kristus.

B. Perjanjian Baru

Adalah bagian kedua Alkitab, terdiri dari 27 kitab yang terbagi menjadi :

1. Kitab-kitab Sejarah

Meliputi 5 kitab, mulai dari Injil Matius sampai Kisah Para Rasul. Keempat kitab pertama merupakan sejarah Tuhan Yesus dan yang kelim a memuat tentang pergerakan murid-murid di Bumi setelah Tuhan naik ke surga.

2. Surat-surat kiriman

Meliputi 21 kitab, dari kitab Roma sampai kitab Yudas, surat-surat yang ditulis oleh para rasul kepada gereja-gereja atau kepada orang saleh perorangan, khusunya membicarakan tentang gereja, kondisi yang wajar atas hayat, dan kehidupan rohani gereja serta umat saleh.

3. Kitab Nubuat

Satu-satunya kitab nubuat dalam Perjanjian Baru adalah kitab Wahyu, merupakan kesimpulan dari Perjanjian Baru dan juga merupakan kitab terakhir dari seluruh Alkitab. Kitab ini memuat nubuat-nubuat mengenai gereja, bani Israel, dunia, kedatangan Kristus kali kedua, kesudahan Iblis ( Satan ), penghukuman terakhir, zaman yang akan datang, dan kekekalan abadi.

VI. Cara Membaca Alkitablukas 24 45

Karena Alkitab adalah firman Allah, maka sifatnya ilahi dan rohani. Kita harus membacanya dengan setiap bagian dari keseluruhan diri kita.

A. Terlebih dulu Membaca dengan akal budi

1. ” Lalu Ia membuka akal budi mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci ” ( Luk. 24:45; Tl. )

Membaca Alkitab, pertama-tama kita harus menggunakan akal budi kita untuk memahami kalimat yang ditulis dalam bahasa manusia dan maknanya.

B. Kemudian Membaca dengna Hikmat

1. ” Hendaklah perkataan Kristus diam dengan limpahnya di antara kamu, . . . dengan segala hikmat. . . ” ( Kol. 3:16 )

Kedua ayat di atas mengatakan, bahwa kita perlu memahami dengan hikmat firman mengenai hal-hal ilahi yang diwahyukan oleh Allah dalam Alkitab. Efesus 1:17 juga memperlihatkan, bahwa hikmat itu bersatu dengan roh kita. Hikmat itu bukan kita miliki secara alamiah, melainkan kita peroleh melalui doa. Hikmat dalam roh ini lebih dalam dan lebih tinggi daripada akal budi dalam pikiran kita. Kita memahami huruf-huruf dalam Alkitab dengan akal budi dalam pikiran kita, dan memahami kebenara dalam Alkitab dengan hikmat dalam roh kita.

C. Terakhir, Menerima dengan Roh

1. ” Dan terimalah . . . firman Allah, dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam roh ” ( Ef. 6:17-18 )

Di sini kita diberitahu untuk menerima firman Allah melalui doa di dalam roh. Juga menunjukkan bahwa kita harus melatih roh ketika membaca dan menerima firman Allah. Tak diragukan, hal ini tentunya dilakukan melalui doa. Karena itu, dalam membaca Alkitab, setelah kita memahami teksnya dengan akal budi kita dan memahami kebenarannya dengan hikmat, kita wajib menggunakan roh kita melalui doa menerima kebenaran Alkitab ke dalam batin kita yang terdalam, yaitu roh kita. Dengan kata lain, setelah mengerti kalimatnya dan menerima kebenaran di dalamnya, kita masih harus melatih roh kita untuk mencerna hal-hal yang telah kita mengerti dan pahami ke dalam doa, sehingga berasimilasi di dalam roh kita, menjadi suplai hayat kita dan dasar pengalaman rohani kita.

D. Doa-baca

Jalan lain yang singkat, rohani, dan paling bermanfaat untuk membaca Alkitab adalah doa-baca. Kita mengambil teks alkitab sebagai doa dan kemudian mendoa-bacakannya. Tidak saja kita membaca dan berdoa dengan berkesinambungan, atau berdoa dan membaca, membaca dan berdoa, tetapi juga secara langsung mengalihkan teks yang kita baca menjadi kata-kata doa, yang dengannya kita berdoa. Adakalanya kita boleh menerapkan teks Alkitab ke atas diri kita melalui doa. Semakin kita mengulang-ulang doa-baca ini, roh kita akan semakin membubung dan bebas, manfaat yang kita terima akan lebih besar, lebih dalam, dan lebih kaya.

VII. Waktu membaca Alkitab

Kita boleh membaca alkitab setiap saat dan melakukannya kapan saja kita perlu. Namun, umumnya waktu yang terbaik untuk membaca Alkitab adalah pagi hari, sebelum kita berkontak dengan banyak orang atau berbagai perkara, dan akan lebih baik lagi bila membaca dengan diiringi doa. Waktu seperti jangan terlalu lama. Yang paling tepat ialah berdoa selama 10 menit dan membaca Alkitab 10 menit. Kadang kala membaca dan berdoa boleh digabungkan menjadi satu.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.