Pelajaran Hayat 1, Part 5 Membaca Alkitab bagian 1

alkitab

Orang yang percaya Tuhan perlu berdoa, juga perlu membaca Alkitab. Berdoa boleh disamakan dengan bernafas, dan membaca Alkitab boleh disamakan dengan makan. Keduanya harus dilaksanakan setiap hari oleh setiap orang beriman.

I. Asal-usul Alkitab

1. ” Segala tulisan yang diembuskan Allah ” ( 2 Tim. 3:16; Tl. )

Asal usul Alkitab adalah Allah, yakni allah mengembuskan firman wahyu-Nya melalui Roh-Nya ke dalam penulis-penulis Alkitab, kemudian keluar lagi melalui mereka. Yang diembuskan keluar itu tidak saja firman, tetapi juga roh.

2 ” Tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara dari Allah ” ( 2 Ptr. 1:21; Tl. )

Alkitab merupakan firman Allah yang diembuskan keluar dari orang-orang melalui Roh-Nya, yakni orang-orang didorong oleh Roh Kudus, dari Allah mengucapkan firman Allah. Karena itu Alkitab berasal dari Allah, yang ditulis oleh beberapa orang saleh Perjanjian Lama, seperti para nabi, para pemimpin, dan raja-raja di tengah-tengah bani Israel. Sedangkan Perjanjian baru ditulis oleh beberapa orang saleh Perjanjian Baru, antara lain para rasul, Markus, dan Lukas.

II. Isi Alkitab

Isi Alkitab sangat luas dan meliputi segalanya; yang terutama ada dua butir yaitu kebenaran dan hayat. Kebenaran membuat kita mendapatkan wahyu, mengenal semua realitas Allah, realitas manusia, realitas alam semesta, realitas segala perkara pada masa kini, masa yang akan datang, dan masa kekekalan, teristimewa realitas Kristus yang dilantik oleh Allah dan gereja yang menjadi pilihan-Nya. Hayat adalah allah datang menjadi hayat kita supaya kita bisa dilahirkan kembali, bertumbuh, diubah, dan diserupakan dengan gambar Kristus yang mengekspresikan Allah, agar kita bisa menjadi ekspresi Allah.

1. ” Firman-Mu [Allah bapa] adalah kebenaran [realitas] ” ( Yoh. 17:17 )

Perkataan Tuhan Yesus ini menyatakan, bahwa firman Allah dalam Alkitab adalah kebenaran, yang mewahyukan realitas diri Allah sendiri dan ekonomi-Nya untuk kita peroleh.

2. ” Beritakanlah seluruh firman hayat itu kepada orang banyak ” ( Kis. 5:20; Tl. )

Inilah yang dipesankan malaikat kepada Petrus, menyuruhnya memberitakan firman hayat Allah. Firman hayat ialah firman Alkitab yang diberitakan oleh para rasul. Karena firman ini mengandung hayat, maka firman ini bisa menyuplai hayat, dan hayat ini justru Allah sendiri. Hal ini membuktikan bahwa isi utama Alkitab bukan hanya kebenaran, tetapi juga hayat.

III. Fungsi Alkitab

1. ” Kitab-kitab suci [Alkitab] itu memberi kesaksian tentang Aku [Kristus] ” ( Yoh. 5:39 )

fungsi pertama dari Alkitab ialah memberi kesaksian tentang Kristus. Kristus adalah subjek dan isi Alkitab, Alkitab adalah keterangan dan pernyataan Kristus. Kristus adalah firman Allah yang hidup, Alkitab adalah firman tertulis-Nya. Tanpa Kristus, firman Allah yang hidup, sebagai realitas, niscayalah semua firman tertulis dalam Alkitab akan merupakan doktrin yang kosong dan huruf-huruf yang hampa. Namun, tanpa Alkitab yang tertulis sebagai pernyataan-Nya, Kristus, sang firman yang hidup, akan menjadi abstrak dan sulit dijamah. Karena itu, kalau kita ingin mengenal Kristus, kita harus membaca Alkitab.

2. ” Kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus ” ( 2. Tim. 3:15 )

Di satu pihak, Alkitab membentangkan kesaksian tentang Kristus; di pihak lain, Alkitab membuat kita beroleh hikmat kepada keselamatan melalui beriman dalam Kristus Yesus, mewahyukan kepada kita cara penyelamatan Allah di dalam Kristus dan jalan keselamatan manusia melalui iman, sehingga kita mengetahui jalan beroleh selamat.

3. ” Telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal ” ( 1 Ptr. 1:23 )

Firman hidup Allah dalama Alkitab merupakan benih hayat yang memungkinkan kita beroelh hayat Allah dan dilahirkan kembali.

4. ” Seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu [firman] yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan ” ( 1 Ptr. 2:2 )

Air susu firman di sini ditujukan kepada firman Allah yang berlaku sebagai air susu yang bergizi. Terhadap bayi-bayi rohani yang baru dilahirkan kembali, firman Allah dalam Alkitab merupakan air susu bergizi yang membuat mereka bertumbuh.

5. ” Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah ” ( Mat. 4:4 )

Berdasarkan konteksnya, firman yang keluar dari mulut Allah dalam ayat ini mengacu kepada firman Allah dalam Alkitab. Firman allah dalam Alkitab tidak saja air susu rohani kita, tetapi juga makanan rohani yang merawat kita, sehingga kita bisa bertumbuh dan menjadi dewasa.

6. ” Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang ” ( Mzm. 119:130 )

Kata ” tersingkap ” bahasa aslinya adalah ” memasuki “. Begitu kita memasuki firman Allah, maka tersingkaplah [terbukalah] firman itu kepada kita, memancarkan terang, menyoroti kita, sehingga kita mendapatkan hikmat dan wahyu.

7. ” Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ” ( Mzm. 119:105 )

Firman Allah dalam Alkitab bukan hanya menerangi hati dan roh kita yang di dalam, sehingga kita mendapatkan hikmat dan wahyu, tetapi juga menerangi langkah dan jalan kita yang di luar, agar kita tidak tersesat.

8. ” kitab Suci . . . bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik ” ( 2 Tim. 3:16-17 )

Firman Alkitab mempunyai berbagai fungsi, yakni mengajar, menegur, mengoreksi, dan mendidik orang dalam kebenaran, sehingga manusia milik Allah diperlengkapi dan disiapkan sepenuhnya untuk setiap pekerjaan baik.

Selain fungsi-fungsi tersebut di atas, masih banyak fungsi lain Alkitab yang tidak tercantumkan di sini.
2 tim 3 15b

IV. Kemustikaan dan Kemanisan Alkitab

1. ” Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih daripada ribuan keping emas dan perak ” ( Mzm. 119:72 )

2. ” Lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua ” ( Mzm. 19:11 )

Ayat-ayat ini menyingkapkan kemustikaan firman Allah dalam Alkitab yang membangkitkan rasa damba yang berkesinambungan.

3. ” Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku ” ( Mzm. 119:103 )

Ini menunjukkan kemanisan dan keindahan firman Allah.

Yerimia

Seorang muda yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dia berharap semoga tulisannya bisa membantu saudara/saudari akan pengenalan dan pengalaman yang lebih maju dalam Kristus.